Buat Pledoi, Ini Isi Poin Pembelaan Baqir agar Hukumannya Diringankan

PASURUAN – Sepekan lamanya jatah waktu yang diberikan oleh majelis hakim kepada Muhamad Baqir, terdakwa penyuap Wali Kota Pasuruan nonaktif Setiyono untuk menyiapkan nota pembelaan. Rencananya, terdakwa akan kembali menjalani sidang lanjutan di PN Tipikor Surabaya, Senin (18/2).

Sidang yang beragendakan pembacaan nota pembelaan atau pledoi oleh Baqir itu digelar setelah jaksa penuntut umum (JPU) KPK menuntutnya dengan pidana penjara selama dua tahun, pekan lalu. Pihak Baqir pun sudah menyiapkan kisi-kisi pembelaan, yang akan menjadi acuannya untuk pembelaan.

“Persiapannya sudah matang. Materi yang akan disampaikan dalam pledoi sudah rampung disusun,” kata Penasihat Hukum terdakwa, Suryono Pane, Minggu (17/2).

Menurut dia, ada beberapa hal penting yang akan disampaikan kepada majelis hakim dalam pembacaan pledoi itu. Di antaranya, fakta persidangan yang mengemukakan bahwa terdakwa bukan pihak yang menginisiasi pemberian fee untuk proyek pembangunan gedung PLUT-KUMKM.

“Melainkan inisiatif dari oknum pihak Pemkot yang terlibat dalam perkara ini. Dalam proses lelang, terdakwa juga sudah memenuhi prosedur yang ada. Namun kemudian dimintai fee setelah lelang dimenangkan,” kata dia.

Lebih lanjut, Suryono juga menyampaikan bahwa terdakwa telah mengakui kesalahannya dalam pemberian sejumlah uang yang menyeretnya dalam OTT KPK itu. Akan tetapi, lanjut dia, kesalahan itu tak bisa dilepaskan dengan adanya permintaan fee yang sebelumnya diinisiatori oleh oknum Pemkot sendiri.

“Terdakwa kan sudah mengakui soal pemberian fee itu dalam persidangan selama ini. Tapi itu menjadi sebuah kesalahan yang tak dikehendaki oleh terdakwa. Karena dorongan atau permintaan fee itu muncul dari oknum pihak Pemkot. Justru pemberian fee itu sebenarnya menjadi beban yang harus dibayar terdakwa,” ungkap dia. (tom/fun)