Cegah Longsor di Lawang Kedaton, Tutupi Tepi Jalan Dengan Terpal

SUMBER – Pemkab Probolinggo terus berupaya gerak cepat tangani Dusun Lawang Kedaton Desa Andungbiru Tiris, pascabencana. Pemkab sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan penahan tebing di Dusun Lawang Kedaton. Namun, penggunaannya tetap harus mengikuti aturan dan ketentuan dengan proses lelang.

Sambil menunggu pengerjaan pembangunan tembok penahan tebing itu, BPBD memasang terpal di sepanjang jalan yang rawan longsor. Sebagai upaya mencegah terjadinya longsor yang bisa berakibat fatal. Yaitu putusnya akses jalan dan membuat dusun Lawang Kedaton terisolir.

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi yang mengatakan, berkat informasi dan laporan yang disampaikan BPBD pada Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo, yang langsung memberikan perhatian guna penanganan segera di lokasi Dusun Lawang Kedaton. Dengan mengadakan rapat tentang penanganannya bersama, hasilnya saat ini sudah dalam proses pengalokasian anggaran di Badan Keuangan.

Alhamdulillah, sudah dialokasikan oleh tim anggaran. Yaitu sekitar Rp 7,2 miliar untuk pembangunan tembok penahan tebing di sejumlah titik yang rawan longsor,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (17/2).

Sambil menunggu proses pengerjaan pembangunan tembok penahan tebing itu dikatakan Anggit, pihaknya harus melakukan antisipasi terjadinya longsor. Yaitu dengan memasang terpal dan menutupi tepi jalan yang rawan longsor tersebut. Dengan begitu, bisa mencegah dan mengantisipasi terjadinya longsor.

”Kami harus antisipasi dengan menutupi tepi jalan dengan terpal. Sebab, jika sampai terjadi longsor, jalan itu bisa putus total dan Dusun Lawang Kedaton pasti terisolir,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, anggaran yang dialokasikan khusus untuk Dusun Lawang Kedaton sekitar 7,2 miliar. Dimana, anggaran itu bakal diperuntukkan membangun penahan tebing di 3 titik. Salah satu titik yang rawan longsor dan perlu dibangun penahan tebing berada di lokasi longsor menelan korban jiwa. Dimana, ada tebing dengan ketinggian 75 meter, ada dua sisi kiri. Sisi kiri, jalannya tergerus dan sisi kanan rumahnya rawan tertimpa longsor. (mas/fun)