Jual Pil Koplo ke Petugas, Pemuda Betiting Sukorejo Ditangkap

BANGIL – Masa muda Saiful, 25, warga Dusun Suco, Desa Betiting, Kecamatan Sukorejo, harus dilewati dari balik jeruji besi. Itu, setelah ia tepergok tangan menjual pil koplo.

Parahnya, pil terlarang itu dijual pelaku kepada polisi yang tengah menyamar. Alhasil, dengan mudah petugas pun langsung memborgolnya. Tersangka ditangkap anggota Satreskoba Polres Pasuruan, Senin (11/2). Ia ditangkap di depan sebuah warung yang ada di kampungnya.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi yang didapatkan petugas. Petugas dapat informasi bahwa tersangka sering mengedarkan sabu-sabu.

“Kami kemudian melakukan penyelidikan untuk mencari kebenaran atas informasi tersebut,” jelas Kasatreskoba Polres Pasuruan AKP Nanang Sugiyono.

Penyelidikan itu dilakukan dengan cara penyamaran. Layaknya orang kecanduan pil, petugas menghubungi tersangka untuk menyediakan barang.

Rupanya, tersangka tak menaruh curiga. Tersangka pun menyanggupinya, untuk menyerahkan barang di depan warung yang ada di kampungnya.

“Tanpa menaruh curiga, tersangka kemudian menyerahkan barang tersebut,” sampainya.

Tersangka menyerahkan pil berlogo Y itu sekitar pukul 22.30. Begitu menyerahkan barang, petugas langsung menangkapnya. Selanjutnya, tersangka digelandang ke Mapolres Pasuruan untuk disidik.

Sebanyak 100 butir tablet putih berlogo Y diamankan petugas. Selain itu, uang tunai Rp 200 ribu juga disita. “Kami juga mengamankan dua buah handphone dan sebungkus rokok yang digunakan untuk tempat menyembunyikan pil tersebut,” tandas dia.

Dari pengakuan tersangka, ia sudah beberapa bulan terakhir menjadi pengedar pil koplo. Alasannya, karena tak punya pekerjaan tetap.

Kini, karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancamannya, 10 tahun penjara. (one/hn)