Ssst… Kuota Pupuk di Kabupaten Pasuruan Tahun 2019 Dikurangi

BANGIL – Tahun 2019 ini, kuota pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Pasuruan, jauh lebih sedikit dibanding tahun kemarin. Bila selama 2018 mendapatkan jatah 69.350 ton, tahun ini hanya diberi 65.013 ton.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Pasuruan Ihwan mengatakan, kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Pasuruan sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Serta dituangkan lewat surat keputusan (SK) dan langsung didistribusikan ke daerah.

“Tahun ini memang ada penurunan kuota pupuk bersubsidi. Tahun ini dapat 65 ribu dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 69 ribu ton pupuk,” ujarnya.

Turunnya kuota pupuk ini, menurutnya, tergantung permintaan petani melalui kelompok tani. Setelah dihitung kebutuhan dalam setahun, ada penurunan permintaan pupuk bersubsidi. Perhitungan kebutuhan pupuk ini tertuang dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Ihwan mengatakan, penurunan pupuk ini juga melihat perhitungan dari pusat dan melihat serapan selama 2018. Tahun kemarin, pupuk bersubsidi tidak terserap semua. Seperti pupuk urea, sampai tutup tahun kemarin masih tersisa 6 ribu ton.

“Masih tersisanya kuota pupuk tahun lalu juga lantaran mulai banyak petani yang menerapkan pupuk berimbang. Sehingga tidak hanya mengandalkan pupuk urea, tapi juga diimbangi dengan pupuk lainnya, misalnya pupuk kompos,” jelasnya.

Tahun ini, dengan jumlah 65.013 ton, kuota terbesar berupa pupuk urea sebanyak 36.707 ton, NPK 12.112 ton, SP-36 sebesar 4.028, ZA 7.918 ton, dan pukuk organik 4.248 ton. Meski kuota pupuk bersubsidi menurun. Ihwan mengatakan, dengan perhitungan RDKK diharapkan pupuk tetap tepat sasaran dan mencukupi sampai akhir 2019. (eka/rud)