Wali Kota Probolinggo Ancam Tutup Toko Penjual Miras

TINJAU LANGSUNG: Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin di kantor Satpol PP dengan sejumlah minuman keras yang berhasil disita saat razia, Sabtu (16/2) malam lalu. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN – Sikap tegas kembali dilakukan Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin. Orang nomor satu di Kota Probolinggo tersebut, begitu geram usai Satpol PP kota setempat usai menggelar razia, Sabtu (16/2) malam lalu. Diapun mengancam akan menutup toko kelontong yang menjual minuman keras (miras) atau minuman beralkohol (minol).

TAK BISA MENGELAK: Miras yang disita di sebuah toko kelontong saat razia gabungan digelar. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Ancaman itu juga tak main-main. Itu diungkapkannya dengan menginstruksikan Satpol PP, agar mengundang para pemilik warung dan toko di seluruh Kota Probolinggo. Adapun warung yang akan diundang dari semua jenis. Mulai warung kopi sampai toko kelontong.

Ancaman untuk menutup toko itu disampaikan ke salah satu pemilik warung remang-remang di Jalan Supriadi. Saat di markas Satpol PP, Habib Hadi -panggilan akrab wali kota- mendatangi mako Satpol PP di Jalan raya Panglima Sudirman, guna bertemu langsung warga yang terjaring dalam razia Sabtu (16/2) malam tersebut.

Dalam kesempatan itu, wali kota meminta Agus Effendi kepala Satpol PP segera mengundang seluruh pemilik warung remang-remang yang bermunculan di wilayahnya. Hadi ingin berdialog langsung dengan mereka. ”Segera diundang ya. Nanti ketemu langsung dengan saya. Saya sendiri yang akan bicara dengan mereka,” beber Hadi.

Hadi yang sempat melihat minuman keras (Miras) dan alat judi dadu yang diamankan petugas malam itu juga meminta, puluhan orang terdiri dari, remaja, pemuda dan perempuan yang berada di warung remang-remang saat razia, tidak dipulangkan. Sebelum orang tua atau keluarganya datang menjemput. “Panggil orang tuanya. Jangan dipulangkan sebelum orang tua atau keluarganya datang,” tegasnya.

Kepada anjal dan anak punk yang ditangkap saat ngamen di lampu merah, Habib meminta untuk didata. Bagi anjal yang putus atau tidak sekolah, ketua DPC PKB ini mengajak anjal dan anak punk untuk bersekolah lagi. “Kalau kamu berhenti sekolah, nanti tak sekolahkan lagi. Gratis tidak bayar. Coba didata dulu. Kalau rumahnya di Kabupaten Probolinggo, kami akan berkoordinasi dengan bupati,” ujar Habib.

Saat pertemuan nanti, mereka akan ditanya satu persatu, apa penyebab mereka mabuk-mabukan, ngamen, menjadi perempuan penghibur dan berjualan minol. Padahal, apa yang mereka lakukan, melanggar aturan. “Kalau soal ekonomi sehingga mereka berbuat begitu, kami akan cari jalan keluarnya. Kalau soal lain, akan kami telusuri dan cari solusinya,” tambahnya.

Menyikapi hal itu, Kasat Pol PP Kota Probolinggo Agus Effendi langsung akan menerjemahkan perintah yang diberikan. Ia akan segera kumpulkan semua pedagang atau warung penjual minol. Selain itu, bagi yang kedapatan menjual minol atau miras, warungnya akan dilakukan penyegelan sesuai dengan instruksi Wali Kota.

“Sesuai instruksi, kami nantinya akan kumpulkan pemilik warung untuk berdiskusi dan berkoordinasi langsung dengan wali kota. Selain itu bagi yang kedapatan melanggar akan kita tutup. Bahkan kiat berikan tali seperti police line,” pungkasnya. (rpd/fun)