466 Warga Kab Probolinggo Bakal Memilih di Luar Daerah

KRAKSAAN – Saat 17 April nanti, tak semua warga Kabupaten Probolinggo bisa memilih di kampung halamannya. Bahkan KPU kabupaten setempat mencatat, ada sekitar 466 warga warga yang masuk daftar pemilih tambahan (DPTb) di daerah lain.

Hal itu terungkap usai KPU Kabupaten Probolinggo, Senin siang (18/2) menetapkan sementara Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) untuk pemilu 2019 yang ada di daerahnya. Selain itu KPU juga mengumumkan, warga luar yang akan mencoblos di Kabupaten Probolinggo jumlahnya mencapai 526 pemilih.

Divisi Perencanaan dan Data KPU setempat Sugeng Harianto mengatakan, pada tahapan daftar pemilih tambahan sementara ini dilakukan di beberapa lokasi. Yaitu, di setiap kecamatan di Kabupaten Probolinggo. “Untuk pendataan, kami menggunakan PPS. Sehingga bisa merata di setiap kecamatan dan desa,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, dari data yang diperoleh sementara ini untuk DPTb ada sekitar 526 pemilih. Kebanyakan, mereka adalah pelajar yang ada di pondok pesantren. Yaitu mulai dari Nurul Jadid, Paiton; Zainul Hasan Genggong, Pajarakan dan juga salah satu pondok yang ada di Klaseman, Gending.

“Untuk DPTb itu kebanyakan para pejalar. Mereka yang seharusnya nyoblos di TPS asal tidak bisa karena menuntut ilmu. Sehingga, masuk dalam DPTb,” terangnya.

Berdasarkan data itu, kata Sugeng, pihaknya akan menambah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sementara ini ada enam TPS yang dicanangkan menjadi tambahan. Tetapi, TPS itu juga tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi seiring nanti akhir pendataan DPTb.

“Sementara hanya enam. Tetapi, nanti tidak menutup kemungkinan ada tambahan. Seperti di Paiton, juga nanti para pekerja di PLTU ada TPS juga,” tandasnya.

Selain pemilih tambahan, juga ada pemilih pindah. Yaitu, warga Probolinggo yang pada 17 April mendatang tidak bisa pulang. Jumlahnya juga cukup banyak. Yaitu sekitar 466 pemilih. “Sementara yang pindah atau warga Probolinggo yang di luar Probolinggo, tercatat cukup banyak yakni 466,” terangnya.

Dimungkinkan untuk kedepan, data pemilih pindahan dan pemilih tambahan tersebut masih bisa berubah. Mengingat pengurusan form a5 atau pernyataan pindah memilih paling lambat 30 hari sebelum pelaksanaan pemilu 2019. (sid/fun)