Bertemu Wali Kota, Begini Janji Ibu-ibu Pemilik Warung Remang-Remang

KANIGARAN–Razia warung remang-remang yang dilakukan Satpol PP Kota Probolinggo akhir pekan lalu, ditindaklanjuti. Selasa sore (19/2), Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menemui tiga ibu-ibu pemilik warung remang-remang itu.

Ada tiga pemilik warung remang-remang yang bertemu wali kota. Yakni warung di Jalan Kapuas, Kelurahan Curahgrinting; warung di Jalan Semeru, Kelurahan Triwung Kidul dan warung di Jalan Supriyadi, Kelurahan Tisnonegaran.

Di tiga warung itu, didapati menjual minuman keras (miras). Selain itu, juga diketahui ada perempuan pemandu lagu alias purelnya.

Wali Kota Habib Hadi tidak sendiri. Ia didampingi Kepala DKUPP Gatot Wahyudi, Kepala DPMPTSP Dwi Hermanto dan Kepala Dinas Satpol PP Agus Efendi.

Kepada wali kota, para pemilik warung remang-remang mengaku memulai usaha berawal dari berjualan nasi di warungnya. Lama-kelamaan warungnya dijadikan ajang nongkrong sekaligus minum-minum oleh pelanggan.

Sampai akhirnya, oleh pelanggan diminta berjualan minuman beralkohol dan menambah fasilitas karaoke. Tidak jarang perempuan pemandu lagu pun ikut nimbrung di warung mereka.

Habib Hadi pun berpesan, jika usaha yang mereka geluti tidak baik. Ia mencontohkan, jika usaha mereka itu diketahui anaknya, hal itu jadi persoalan tersendiri.

“Yang kami lakukan bukan memutus mata pencaharian ibu-ibu semua. Kami mencari solusi untuk menghasilkan suatu rezeki yang baik, yang barokah,” tutur Habib Hadi.

“Kalau mengeluh soal ekonomi, semua pasti akan mengeluh soal ekonominya. Solusinya bagaimana? Ya kami tanyakan kembali, kalau punya skill menjahit kami bantu. Kalau pintar bikin kue dan lain-lain, ayo bikin UMKM. Nanti akan dibina oleh dinas terkait. Tidak ada modal, ada pinjaman dari perbankan dengan bunga murah,” jelas Hadi.

Ia mengajak tiga perempuan itu harus berani merubah hidup. Serta, membuat keputusan masa depan dalam kisah hidup yang dijalani. Sebab, tidak sedikit perempuan muda yang terlibat dalam usaha ketiganya.

Wali Kota Habib Hadi meminta Satpol PP menginventarisir warung remang-remang yang identik dengan kemaksiatan di Kota Probolinggo.

“Saya harap semua mengedepankan norma kesusilaan. Tinggalkan hal-hal yang tidak diperbolehkan oleh aturan dan agama masing-masing,” seru Habib Hadi lagi.

Sementara itu, MS pemilik warung di Jalan Semeru mengaku berniat tak menjual miras lagi. “Saya mau jualan jus saja. Minuman biasa-biasa saja biar tidak ditangkap lagi,” katanya. (mie)