Lantai 2 Pasar Semampir Masih Sepi, PKL Enggan Pindah

LENGANG: Suasana di lantai 2 pasar Semampir yang masih kosong akan pedagang, Senin (18/2). Baru sedikit pedagang yang mau menempati lapak di lokasi yang disediakan Pemkab Probolinggo tersebut. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN – Tenggat waktu yang diberikan Pemkab Probolinggo terhadap pedagang kaki lima (PKL) di sekitar pasar Semampir sejatinya berakhir Senin (18/2). Hanya saja sampai dengan batas waktu berakhir, rupanya hanya sedikit PKL yang mau pindah ke lapak pedagang di lantai dua di bangunan pasar baru Semampir.

MENJOROK KE JALAN: Lapak milik PKL yang diminta mundur lantaran terlalu menjorok ke jalan. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Ini terlihat dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo. Sampai Senin (18/2), di lantai dua, hanya sedikit pedagang yang dapat ditemui. Bahkan terlihat hanya satu pedagang. Padahal di lantai dua pasar Semampir, bisa menampung 70 pedagang.

Di lantai dua, kondisinya memang masih semrawut. Terlihat banyak amben (tempat duduk dari bambu, Red) yang telah diangkut ke atas. Amben itu terlihat berserakan dan masih ditumpuk belum ditata.

Selain itu, di bagian depan pasar yang sebelumnya kumuh dan dipenuhi para pedagang, saat itu sudah bersih dan rapi. Pihak Satpol PP juga itu ada di lokasi. Mereka menertibkan lapak pedagang yang masih membandel, namun tidak banyak.

Kepala pasar setempat Suraono mengatakan, pihaknya mengklaim sudah bersih semua. Tidak ada pegadang yang masih berserakan dan mengganggu jalan serta juga melanggar perda. Menurutnya, Senin lalu adalah waktu terakhir yang ditentukan untuk membereskan dan menertibkan sisa dari penertiban yang dilakukan pada Kamis (14/2) lalu.

“Sudah bersih. Sudah siap semua. Tinggal mereka menempati lapak sesuai dengan surat yang kami berikan beserta nomor lapaknya,” ungkapnya.

Saat ditanya perihal masih ada lapak yang belum ditertibkan di sebelah timur pasar, Suraono mengaku, itu bukan kewenangannya. Sebab, daerah itu sudah bukan masuk dalam pasar Semampir. Sehingga, pihaknya masih mencari solusi untuk itu.

“Itu ngontrak ke warga. Bukan dari kami. Tetapi memang mengganggu arus lalin sekitar pasar. Karenanya kami melakukan penertiban juga agar mundur satu meter. Kalo menggusur juga tidak bisa. Kami masih mencarikan solusi,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Kasi Dalops Satpol PP setempat Masyhudi. Menurutnya, pihaknya akan terus berpatroli di sekitar pasar. Tujuannya agar tidak ada pedagang yang menempati lapaknya semula. “Akan kami jaga supaya tetap kondusif. Seminggu kedepan kami akan berpatroli,” terangnya.

Ditanya perihal masih ada pedagang semi permanen di pojok jalan masuk pasar Semampir yang melanggar, menurutnya sudah diperingatkan. Ia menegaskan, jika tidak dibongkar sendiri dalam waktu dua hari, maka pihaknya terpaksa melakukan pembongkaran.

“Sudah kami peringatkan. Tadi (Senin) pemilik tokonya kami ajak ngomong. Kalau tidak bisa menertibkan sendiri, maka kami yang akan menertibkan. Tetapi kalau kami yang menertibkan pasti rusak. Karena itu pemilik siap untuk menertibkan sendiri,” jelasnya.

Sementara itu ada beberapa pegadang yang telah menempati lapaknya kembali. Di antaranya, pedagang yang sempat cekcok dengan petugas. Meskipun tidak dibangun kembali, pedagang itu menempati lapaknya menggunakan payung.

“Kalau saya berjualan di atas tidak laku takutnya. Jadi saya berjualan di sini. Saya sudah lama di sini kok mau disuruh pindah,” tutur pedagang itu ngotot. (sid/fun)