Pembangunan Underpass-Sudetan di Rejoso Penuhi Permintaan Warga

TERUS DIKEBUT: Pembangunan underpass dan sudetan tol Gempas di Sadengrejo, Rejoso. Insert, pertemuan pengelola tol dan pemdes di balai desa Sadengrejo. (Zubaidillah-Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

REJOSO – Warga Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, akhirnya bisa bernapas lega. Itu, setelah PT Jasamarga Gempol Pasuruan memastikan jika underpass dan sudetan bakal dibangun dengan ukuran sesuai permintaan warga.

Hal ini terungkap dalam kesepakatan bersama di balai desa setempat, sekitar pukul 10.00, Senin (18/2). Pertemuan ini dihadiri oleh Kades Sadengrejo Abdul Kodar; pelaksana teknis PT Pembangunan Perumahan (PP) Siswanto; konsultan teknis PT Jasamarga Gempol Pasuruan Dicky; dan Humas PT PP Nuryanto.

Dari pertemuan yang berlangsung selama satu jam ini dipastikan jika PT Jasamarga menyanggupi seluruh permintaan yang diajukan oleh warga. Yakni, underpass dibangun dengan ukuran lebar tiga meter dan tinggi 2 meter, sementara sudetan bakal dibangun di sisi timur underpass dengan lebar 1,5 meter.

Selain itu, sudetan dipastikan tidak dalam bentuk gorong-gorong, melainkan berupa box culvert. Pembangunan ini bakal dirampungkan dalam waktu kesepakatan kontrak selama satu tahun. Namun, ditargetkan dalam waktu empat bulan sudah bisa difungsikan.

Koordinator warga Desa Sadengrejo, Hudan Daldiri mengaku pihaknya puas dengan hasil pertemuan tersebut. Sebab, pihak tol yang diwakilkan oleh PT Jasamarga Gempol Pasuruan dan PT PP berjanji bakal membangun underpass dan sudetan sesuai dengan permintaan.

“Alhamdulillah, seluruh tuntutan kami dipenuhi. Sudetan tidak lagi dibangun di bawah underpass melainkan di sisi timur. Dengan begitu, kami bisa melakukan normalisasi jika sewaktu-waktu buntu karena ada endapan,” jelas Hudan.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Ahmad Soleh menyebut dewan berfungsi sebagai proteksi agar tuntutan warga yang sudah disepakati dalam pertemuan beberapa waktu lalu di kantor pemkab dipenuhi. Ia pun berharap pembangunan ini bisa menjadi solusi genangan banjir.

“Tentunya kami sangat bersyukur. Seluruh kesepakatan di kantor Pemkab Pasuruan dipenuhi oleh pihak tol. Kami bakal terus mengawal kesepakatan bersama di balai desa hari ini (Senin). Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi,” jelas pria yang akrab disapa Sholeh.

Pelaksana Teknis PT PP Siswanto meminta agar ada kerja sama yang baik antara pemdes dan pihak tol selama pembangunan underpass dan sudetan dilaksanakan. Ia berharap agar selama pembangunan, tidak satu pun warga yang mendekati lokasi.

“Kami kerap menemui banyak anak kecil yang masuk ke lokasi. Tentunya ini sangat membahayakan. Karena banyak alat berat dan bisa sewaktu-waktu mengenai mereka. Kami mohon ada perhatian dari pemdes setempat,” pintanya. (riz/rf)