Perlu Kombinasi Logam-Mebeler agar Produk Laku di Pasaran

PANGGUNGREJO – Usaha logam di Kota Pasuruan memang tak bergerak signifikan. Bahkan usaha ini masih kalah dengan sektor mebeler. Agar kedua jenis usaha yang banyak di kota setempat, perlu ada konsep baru dengan mengkombinasikan keduanya.

Hal itu diungkapkan Sekjen Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Pasuruan, Agus Budi Cahyono. Dia mengaku pihaknya berencana mengembangkan mebel dan logam secara beriringan. Pasalnya, masyarakat Kota Pasuruan yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini sangat tinggi.

Jumlah usaha mebel di Kota Pasuruan mencapai 300 buah sementara jasa logam sekitar 400 usaha. Menurutnya sejauh ini, mebel sudah selangkah lebih maju. Pasalnya, banyak usaha yang sudah mengekspor ke luar daerah.

Sementara, jasa logam masih bergantung pada pesanan. Jika tidak ada pesanan, maka pelaku usaha sering kesulitan. Karena itu, Kadin berencana menggabungkan konsep pemasaran keduanya. Misalnya, dengan menggandeng pelaku usaha resto dan kafe.

Dashboard mobil misalnya. Dashboard-nya terbuat dari kayu, sementara untuk memasangnya di mobil kan butuh logam. Kalau pelaku usaha kafe kan butuh yang unik. Nah, sesuatu yang unik ini bisa didapatkan dengan menggabungkan mebel dan logam,” terangnya.

Di sisi lain, Pemkot terus berupaya meningkatkan perekonomian Kota Pasuruan. Salah satunya terus berupaya mendorong pengembangan sektor industri logam. Diharapkan sektor ini mampu berdaya saing sampai luar daerah.

Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo mengungkapkan pihaknya berencana mengembangkan sektor industri logam. Sebab, sektor ini memiliki potensi untuk berdaya saing. Sejauh ini, pasar yang dimiliki pengusaha logam di Kota Pasuruan masih terbatas.

“Kami berniat mengembangkan industri logam. Ini memiliki potensi luar biasa. Harapannya, pemasarannya bisa lebih luas. Kalau perlu, mereka bisa menerima pesanan sampai luar daerah,” jelas Teno-sapaan akrabnya. (riz/fun)