PLN Sebut Program Penggantian Meteran Listrik Gratis

KRAKSAAN – Langkah perusahaan listrik negara (PLN) yang beberapa hari ini melakukan penggantian meteran listrik Kwh meter, banyak mendapat sorotan dari masyarakat di Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, tak sedikit warga utamanya konsumen, yang khawatir akan adanya penipuan.

Seraya menegaskan, PLN pun memastikan bahwa memang belakangan ini ada penggantian Kwh meter yang dilakukan PLN. Penggantian itu merupakan program dari PLN, dengan tujuannya untuk membenahi meteran listrik milik konsumen yang sudah rusak. Program itupun ditegaskan tak ditarik biaya alias gratis.

Hal itu diungkapkan Muhammad Syafi’i, manajer ULT PLN Kraksaan yang menyebutkan, penggantian meteran PLN memang program dari PLN. Menurutnya, program itu diperuntukkan Kwh meter yang macet atau sudah usia tua, sehingga perlu dilakukan penggantian.

“Ada program penggantian Kwh meter dari PLN. Itu diperuntukan untuk Kwh meter yang macet, buram atau yang usianya diatas 10 tahun,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Pria yang akrab disapa Syafi’i itu menjelaskan, tujuan dari program itu tak lain untuk pelayanan terhadap pelanggan. Yaitu, penggantian meteran itu agar sesuai dengan pembayaran yang akan dilakukan oleh warga.

“Hal ini dilakukan agar apa yang dipakai oleh pelanggan sesuai yang akan dibayar. Yaitu, mereka tidak mengira-ngira pembayarannya. Jadi bisa dilihat pada meterannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, untuk petugas yang memang resmi dari PLN mengenakan pakaian kerja resmi serta dilengkapi dengan tanda pengenal. Selain itu, untuk penggantian itu sendiri menurutnya, tidak dikenakan biaya alias gratis.

“Petugas ke lapangan membawa Perintah Kerja dari PLN dan memakai seragam serta kartu pengenal. Untuk penggantian Kwh meter ini tidak dikenakan biaya apapun alias gratis,” jelasnya.

Untuk program itu sendiri, tidak tergantung wilayah. Tetapi, jika ada Kwh meter yang sudah tua atau ada kelainan, wajib diganti. “Jadi seperti itu. Sesuai dengan program dan penggantinya adalah petugas,” tuturnya.

Jika ada yang dikenakan biaya dan petugasnya tidak ada tanda pengenal, menurut Syafi’i warga harus berhati hati. Jika bisa mereka harus menunjukkan identitas diri dan surat pengantar tugas dari PLN.” Jika tidak, jangan mau diganti,” tandasnya. (sid/fun)