Tetapkan 1.132 Pemilih Tambahan di Kota Pasuruan, Didominasi Berbasis Pesantren dan Lapas

PASURUAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pasuruan menetapkan 1.132 pemilih dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) untuk Pemilu 2019. Angka itu ditemukan selama proses pendataan pemilih asal luar kota yang memutuskan pindah pilih di Kota Pasuruan. Penghuni Lapas IIb Pasuruan dan sejumlah pesantren menjadi lumbung pemilih terbanyak dalam proses tersebut.

Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Kota Pasuruan, A Sofyan Sauri menyampaikan proses pendataan itu memang cukup memakan waktu. Karena pihaknya harus mengakomodir seluruh pemilih yang tak bisa menggunakan hak pilihnya di TPS asal lantaran pindah domisili. Selain itu, proses pendataan juga dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan lima jenis surat suara yang dapat digunakan.

“Rekapitulasi DPTb di tingkat kelurahan sudah dilakukan serentak pada 15 Februari lalu, lalu dilanjutkan dengan rekapitulasi di tingkat kecamatan,” kata Sofyan dalam Rapat Pleno Penetapan DPTb, Senin (18/2).

Ia membeberkan, tak semua masyarakat yang pindah domisili bisa dimasukkan dalam DPTb. Melainkan hanya mereka yang telah terdaftar dalam DPT di domisili asal. Dengan begitu, KPU dapat memfasilitasi hak pilihnya untuk tetap bisa disalurkan dengan diterbitkannya form A5 atau form pindah pilih.

“Ada 1.132 pemilih yang telah ditetapkan dalam DPtb dan ini merupakan pemilih baru yang masuk ke Kota Pasuruan. Yang terbanyak memang pemilih yang berbasis di ponpes dan lapas. Sedangkan untuk pemilih yang keluar, ada 155,” ungkap dia.

Dengan bertambahnya jumlah pemilih itu, KPU harus menyiapkan kebutuhan TPS. Karena jumlah pemilih bertambah, kata Sofyan, maka pihaknya juga harus menambah keberadaan TPS. Sebelumnya, KPU telah menetapkan sebanyak 621 TPS yang tersebar di 34 kelurahan.

“Berdasarkan PKPU Nomor 37/2018, ketika ada pemilih tambahan yang melebihi jumlah maksimal data pemilih di TPS, maka bisa didirikan TPS berbasis DPtb. Penambahan TPS DPTb sebanyak 4 lokasi. Di Ponpes Salafiyah dua TPS, kemudian di Lapas dan Ponpes Bayt Al Hikmah masing-masing 1 TPS,” ucap Sofyan. (tom/fun)