2018, Jumlah TKI asal Pasuruan yang Terdata Ada 77 Orang

BUGULKIDUL – Sampai akhir 2018 lalu, jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja ke luar negeri dan terdaftar di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan terus meningkat. Jika tahun 2017 jumlah TKI mencapai 64 orang, tahun lalu meningkat hingga 77 orang.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan Agus Hernawan menjelaskan, dari data Disnaker, jumlah TKI yang berangkat ke luar negeri trennya cenderung meningkat. Namun, diakui bahwa tidak semua TKI yang bekerja ke luar negeri terdata di Disnaker.

“Data yang ada di Disnaker adalah TKI yang mendapatkan pengajuan rekomendasi dari kita untuk ke P4TKI atau LP3TKI. Mereka ini berangkat lewat Surabaya,” terang pria yang akrab disapa Agus ini.

Tahun 2018 lalu, terdata jumlah TKI ada sebanyak 77 orang. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 6 TKI laki-laki dan 71 TKI perempuan. Jumlah ini memang meningkat dari 2 tahun sebelumnya. Dimana tahun 2017 ada 64 TKI dan tahun 2016 ada 49 TKI.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar TKI itu bekerja di sektor informal seperti housemaid atau care giver untuk merawat orang tua yang jompo. Negara tujuan TKI terbanyak yakni Hongkong hingga 34 TKI, disusul Taiwan 28 TKI, Malaysia 9 TKI, dan sisanya ke Singapura dan Brunei Darussalam.

Agus mengklaim, kendati TKI lebih banyak bekerja di sektor informal, setidaknya mereka sudah mengikuti pelatihan hingga 3-4 bulan di Balai Latihan Kerja (BLK) TKI. Jika tidak lulus ujian, mereka harus ikut lagi ujian sampai lulus. Dalam BLK ini, TKI tak hanya diajarkan tentang keterampilan kerja, tapi juga budaya sampai bahasa di negara tujuan.

Sementara itu, tidak sedikit, menurut Agus, TKI ilegal yang berangkat sendiri ke luar negeri untuk bekerja. Biasanya, menggunakan alasan berlibur atau ikut saudara di luar negeri. TKI yang tidak terdaftar ini, baru terdeteksi saat ada kasus-kasus yang menyangkut ketenagakerjaan.

Dalam 3 tahun terakhir, ada lima kasus yang dialami TKI ilegal. Pada tahun 2016 ada 2 TKI meninggal dunia karena kecelakaan dan sakit ingatan. Sementara tahun 2017, ada 3 TKI ilegal yang tersandung masalah. Dua di antaranya meninggal dunia dan lainnya mengalami luka karena disiram air keras. Sedangkan tahun lalu, tidak ada kasus yang tercatat di Disnaker. (eka/rf)

Grafis: Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo