Pencairan Santunan Kematian Bakal Dipercepat, Begini Mekanismenya

MAYANGAN – Pemkot Probolinggo berencana mengubah perwali yang mengatur tentang mekanisme pemberian santunan kematian. Perwali ini bertujuan menyempurnakan perwali sebelumnya agar pencairan santunan kematian lebih cepat.

Kota Probolinggo sendiri sudah punya perwali yang mengatur santunan kematian. Yaitu, Perwali Probolinggo Nomor 59/2015 tentang perubahan atas Perwali Nomor 43/2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Kota Probolinggo Nomor 13/2010 tentang Santunan Kematian bagi Penduduk Kota Probolinggo.

Perubahan perwali, menurut Wakil Wali Kota Probolinggo Moch Soufis Subri, perlu dilakukan agar teknis penyaluran lebih jelas. Sehingga, proses pencairan tidak lama seperti sebelumnya.

“Sesuai arahan Wali Kota, santunan kematian bisa lebih cepat diterima keluarga almarhum. Maka, kami menyusun teknisnya di sini, serta menyiapkan perangkat agar siap dengan teknis baru yang akan masuk dalam Perwali,” ujarnya.

Sebelum mengubah Perwali, pemkot lebih dahulu menyiapkan staf untuk menjalankan mekanisme baru tersebut. Langkah itu bahkan sudah dimulai Selasa (19/2).

Wakil Wali Kota Subri –panggilannya-, mengumpulkan semua camat dan lurah di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil). “Sebelum menyusun perwali santunan kematian, yang pertama kami lakukan adalah penyiapkan perangkat di bawahnya. Seperti, staf. Jangan sampai ketika perwali sudah dibuat, masih ada kendala perangkat,” ujar Subri.

Menurut Subri, banyak masyarakat yang mengadu tentang lamanya proses pencairan santunan kematian. Ada yang mengaku dua bulan baru cair, ada juga yang tiga bulan baru cair.

“Maka, kami tekankan di sini tentang percepatan waktu pengurusan administrasi dan pencairan santunan kematian. Jika bisa lima hari cair. Tapi, diterima lebih cepat lebih baik,” ujarnya.

Namun, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Probolinggo ini tetap menekankan bahwa proses pencairan harus sesuai dengan peraturan. Sehingga, tidak sampai menjadi catatan dari BPK.

“Tentunya, pencairan santunan kematian melalui rekening bank. Karena sudah diterapkan nontunai,” ujarnya.

Dalam perwali perubahan menurutnya, akan diatur pula tentang pihak yang harus mengurus proses santunan kematian. “Yang mengurus ini pihak RW. Penekanannya di sana dalam perwali ini,” jelasnya. Sementara sebelumnya, ada beberapa pihak yang bisa mengurus santunan kematian. (put/hn)