Genjot Retribusi Bromo, Pemkab Pasuruan Tambah 2 Pos di Tosari

TOSARI – Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan, tahun ini berencana menambah pos retribusi wisata tambahan akses ke Bromo di Tosari. Salah satu tujuannya, meningkatkan masukan retribusi di Tosari.

Rencananya, pos retribusi anyar itu akan dibuka di pos Baledono dan pos Mororejo yang dari arah Malang. Kepastian itu disebutkan Agung Maryono, kepala Disbudpar Kabupaten Pasuruan.

Menurut Agung, sejak 2018, pos retribusi wisata di Tosari masih dipusatkan di satu titik. Yaitu, di Desa Banyupetung atau pertigaan menuju Desa Wonokitri.

“Sejak pertengahan 2018, pos retribusi di Tosari memang hanya satu. Ini kurang efektif. Sebab, wisatawan yang dari Malang masih ada yang tidak lewat di Banyupetung,” terangnya.

Pada akhir 2018, pihaknya membangun dua pos penarikan retribusi. Yaitu, di Baledono dan Mororejo. Pos Baledono dikhususkan untuk wisatawan yang lewat dari arah Kota Pasurun melalui Puspo. Dan pos Mororejo untuk menarik retribusi wisatawan yang dari arah Malang.

Dengan dua pos tersebut, dipastikan semua wisatawan yang ke Tosari atau ke Bromo bisa ditarik retribusi. Meski demikian, dua pos baru tersebut belum aktif dibuka. Untuk retribusi besarnya sama. Untuk wisatawan lokal Rp 5 ribu per orang. Dan wisatawan mancanegara ditarik Rp 10 ribu per orang.

“Untuk tiket retribusi tetap. Harapan kami dengan adanya dua pos retribusi, semua wisatawan dari arah Puspo dan Malang bisa ditarik retribusi,” terangnya.

Selain itu, Agung berharap penambahan dua pos ini bisa meningkatkan target retribusi di Tosari. Untuk tahun kemarin retribusi mencapai Rp 50,67 juta. Dan, di tahun 2019 ditarget mencapai Rp 70 juta. (eka/hn)