Giliran Galian C di Lumbang Ditutup Satpol PP

LUMBANG – Aksi penutupan tambang galian C di Kabupaten Probolinggo berlanjut. Usai sepekan lalu, tiga titik galian C di Patalan, Wonomerto ditutup, Rabu (20/2) giliran aktivitas galian C di Desa Purut, Kecamatan Lumbang yang ditutup.

Alasannya, pemkab belum mendapat tembusan soal izin penambangan itu dari Pemprov Jatim. Hanya saja, saat menutup lokasi tambang itu, pemilik tambang tak ada di tempat.

Kasi Ops Satpol PP Kabupaten Probolinggo Mashudi mengatakan, ia menapatkan laporan bahwa ada penambangan, namun untuk surat izinnya belum diketahui.

Karena itu, pihaknya lantas berkoordinasi dengan kecamatan terkait tambang tersebut. Benar saja, pihak kecamatan mengaku tidak ada pemberitahuan soal penambangan itu.

Karena itu, sekitar pukul 11.00, aparat penegak perda itu mendatangi lokasi penambangan. Meski tidak bertemu dengan pihak penambang, Satpol PP tetap menutup tambang itu. Kunci ekskavator sementara diamankan sebagai bukti bahwa tambang itu dalam penguasaan Satpol PP.

“Pemiliknya ada di Surabaya. Sehingga, untuk kunci ekskavator kita amankan terlebih dahulu. Biar nantinya pihak pemilik yang langsung ke kantor Satpol PP. Jika memang tidak ada izinnya, maka galian tersebut harus ditutup,” terangnya.

Mashudi mengatakan, izin untuk penambangan memang dialihkan ke Pemprov Jatim. Namun, sebagai pemilik wilayah, pemkab seharusnya diberi tembusan.

Aksi penutupan lokasi tambang ini sebagai lanjutan aksi serupa di lokasi tambang yang ada di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto. Ditanya mengenai tindak lanjut penutupan tambang tersebut, Mashudi berdalih jika kewenangannya sudah ada di Kasatpol PP Dwijoko Nurjayadi. Termasuk kunci ekskavator yang juga disita. “Kuncinya kami serahkan ke Kasat. Untuk masalah itu, Kasat yang tahu. Kebetulan saya ada kegiatan lain,” terangnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi melalui pesan singkatnya mengungkapkan, pihak tambang sudah menunjukkan bukti izin dari provinsi. Karena itu, ia mengembalikan kunci ekskavator tersebut. “Ya, pengelola sudah bisa menunjukkan berkas izinnya,” katanya singkat.

Sementara itu, Camat Lumbang Bambang Heri Wahyudi mengungkapkan, galian yang ada di wilayahnya ada sekitar 3 titik. Dua di antaranya berizin dan tanah urukan digunakan untuk tol. Tambang itu sudah lama tidak digunakan lantaran penggarapan tol sudah selesai.

Namun, untuk yang ditutup ini, baru beroperasi sekitar satu bulan terakhir. Sebelumnya pihak kecamatan sudah melakukan koordinasi dengan pemilik.

Hanya saja, pemilik tambang menurut camat, tidak bisa menunjukkan izin penambangan. Karena itulah, pihaknya berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menutup lokasi tambang itu.

“Saya sudah minta menunjukkan bukti izin penambangan. Namun, pemilik berbelit. Sempat lama tidak ada aktivitas, akhir-akhir ini mulai ada kegiatan penambangan lagi. Sehingga, kami melalui Satpol PP Kecamatan dan dibantu Satpol PP Kabupaten melakukan penutupan,” katanya. (rpd/rf)