Hore… Honor Penyuluh Agama Naik Rp 500 Ribu

BANGIL – Per awal tahun 2019 ini, penyuluh agama di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) dapat tersenyum lega. Sebab, tunjangan honorarium bagi penyuluh agama dinaikkan. Dari awalnya hanya Rp 500 ribu per bulan, menjadi Rp 1 juta.

Muhammad As’adul Anam, kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan membenarkan kenaikan tunjangan bagi penyuluh agama di Kemenag itu. Termasuk di Kabupaten Pasuruan. Kenaikan tunjangan itu menurutnya sesuai dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 10/ 2019 tentang Penetapan Honorarium Penyuluh Agama Non-PNS.

“Penyuluh agama non-PNS ini statusnya kontrak yang direkrut tiga tahunan sejak tahun 2016,” terangnya.

Penyuluh agama ini diangkat langsung oleh pusat. Dan, saat ini berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) selama 3 tahunan.

Anam menjelaskan, sebelumnya honorarium bagi penyuluh agama hanya Rp 500 ribu per bulan. Dengan adanya PMA yang baru, maka honor bagi mereka naik menjadi Rp 1 juta per bulan. Sementara anggarannya bersumber dari APBN Kemenag Pusat.

Di Kabupaten Pasuruan sendiri, jumlah penyuluh agama adalah 8 orang per kecamatan. Sehingga, total di 24 kecamatan ada 192 penyuluh.

Kegiatan penyuluh agama adalah memberikan informasi selain tentang keagamaan. Juga memberikan pemahaman terkait isu radikalisme, LGBT, kenakalan remaja, narkoba, seks bebas, AIDS, dan masalah urusan moral lainnya.

“Dengan kenaikkan honorarium ini, semoga menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kesejahteraan mereka. Termasuk harapan kinerja juga semakin baik terutama dalam pelayanan penyuluhan keagamaan,” pungkasnya. (eka/hn)