Jumlah Pencari Kerja di Kota Pasuruan Menurun, Ini Indikatornya

MENUNGGU: Sejumlah karyawan mengantre di depan sebuah perusahaan di Kota Pasuruan. Dua tahun terakhir ini, jumlah pencari kerja di Kota Pasuruan berkurang. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Pemkot Pasuruan terus berupaya memaksimalkan serapan tenaga kerja bagi warganya. Harapannya, bisa menekan angka pengangguran. Sehingga, tingkat kesejahteraan masyarakat juga makin tumbuh.

Salah satu yang menjadi indikatornya dengan berkurangnya jumlah pencari kerja (pencaker). Selama dua tahun terakhir, angka pencaker di Kota Pasuruan terus menurun. Hal itu merujuk pada data penerbitan kartu AK1 atau dikenal dengan Kartu Kuning.

“Acuan jumlah pencari kerja penerbitan Kartu Kuning. Selama 2017 ada 2.176 pencaker yang mengajukan Kartu Kuning,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pasuruan Mahbub Effendi, Rabu (20/2).

Tahun kemarin penerbitan Kartu Kuning menurun. Menurut Mahbub, sepanjang 2018 Kartu Kuning yang terbitkan hanya 1.906 lembar. Atau ada selisih 270 dibanding pada 2017. “Sedangkan tahun ini per bulan Januari kami terbitkan 300 Kartu Kuning sesuai pengajuan yang masuk,” ujarnya.

Ia berharap, berkurangnya pencaker itu juga disebabkan penyerapan tenaga kerja yang maksimal. Karena selama ini pihaknya juga terus berupaya mengurangi jumlah pengangguran. “Di antaranya, membuka bursa kerja. Dengan harapan pencaker bisa memanfaatkan peluang itu untuk masuk ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,” ucapnya.

Selain itu, upaya lain yang kerap dilakukan, menggelar pelatihan. Sasarannya pencaker berusia produktif. Menurutnya, kegiatan semacam itu penting dilakukan agar skill pencaker lebih mumpuni. “Sehingga, mereka juga memiliki nilai tawar yang tinggi dan potensi masuk ke perusahaan lebih besar,” ujarnya. (tom/rud/fun)