Menipu Modus CPNS, PNS Kemenag Kab Probolinggo Ditangkap saat Bekerja

KRAKSAAN – Khoiron Rosyadi, 48, PNS Kemenag Kabupaten Probolinggo ditangkap petugas Satreskrim Polres Probolinggo di tempat kerjanya, Selasa (19/2). Pasalnya, ia dilaporkan korbannya atas tindak pidana penipuan. Modusnya, pelaku bisa membantu agar lolos tes CPNS.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, penangkapan itu dilakukan pukul 08.30. Pada hari itu, pelaku baru masuk kerja setelah sekian lama absen. Hal itu dibenarkan Kasubag TU Kemenag Sodiq. “Ditangkap saat jam kerja, kemaarin (Selasa, Red),” katanya.

Menurutnya, Khoiron Rosyadi memang sudah lama tidak masuk kerja. Bahkan, sudah dalam pengajuan pemberhentian. Tetapi, untuk dilakukan pemberhentian, ada tahapannya. Yaitu, penurunan jabatan terlebih dulu. “Khoiron diturunkan dari pengawas madrasah menjadi staf,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menjelaskan, pelaku ditangkap lantaran melakukan penipuan terhadap Syaifullah, 37, warga Desa Curahsawo, Kecamatan Gending. Modus penipuan yang dilakukan pelaku, yakni menawarkan korban untuk menjadi CPNS pada rekrutmen tahun 2015.

Tawaran itu tentu ada embel-embel uang. Korban dimintai duit Rp 73 juta agar bisa menjadi PNS. Hanya saja, tawaran itu tak kunjung terealisasi. “Yang bersangkutan ternyata tidak lolos CPNS pada waktu itu. Karenanya, korban melaporkan pelaku pada 2016,” katanya.

Riyanto menjelaskan, pelaku selama ini tidak ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Meskipun, dari awal mula dilaporkan hingga sekarang, kasus itu sudah berumur 3 tahun. Alasan Riyanto tidak menetapkan DPO karena pelaku sejatinya tidak kabur. Hanya tidak masuk kerja. “Tidak DPO. Tetapi, lama tidak masuk kerja,” dalihnya.

Dari hasil penyelidikan, pelaku juga mengaku melakukan aksinya kepada dua korban lain. Yaitu, Saiful Anshori dengan meminta imbalan Rp 12,5 juta serta Badrur Rosyad dengan imbalan sebesar Rp 71 juta.

“Ada tiga korban. Semuanya membuat laporan atas penipuan yang dilakukan Khoiron. Semua korbannya adalah guru,” terangnya. Kini, pelaku harus merasakan pengapnya dinding penjara. Ia disangka melanggar pasal 378 KUHP tentang Penipuan. (sid/rf)