Pelaku Curanmor Dibawah Umur yang Sempat Dimassa Dikembalikan ke Orangtua

PANDAAN – Polisi akhirnya menuntaskan penyidikan kasus pencurian motor yang menyandung ZA, 17. Kasus remaja asal Kecamatan Wonorejo itu diputuskan tak akan sampai ke meja hijau. Dia juga tak ditahan dan sudah dikembalikan ke orangtuanya.

KEKELUARGAAN: Proses diversi yang dihadiri banyak pihak. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Bukan tanpa dasar mengapa polisi memutuskan perkara ini tak sampai ke persidangan. Selain karena ZA masih kategori dibawah umur, polisi juga sudah berkoordinasi dengan Balai Permasyarakatan (Bapas) Malang.

Hal ini dibenarkan Kanitreskrim Polsek Pandaan Iptu Suparlan. “Proses ini kami lakukan melaksanakan amanat UU 11/2012, karena pelakunya masih dibawah umur. Kemudian ancaman hukum dibawah tujuh tahun, dan bukan pengulangan tindak pidana,” tegasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di kantornya, Rabu (20/2).

Polisi juga telah menempuh penyelesaian secara diversi yang dilakukan Rabu pagi (20/2) di Mapolsek Pandaan. Penyelesaian itu dihadiri Kapolsek, Kanitreskrim, perwakilan Bapas Malang. Pelapor dan keluarganya, serta terlapor juga dengan keluarganya, juga hadir.Selain itu, ikut menyaksikan Kades dan Kasun tempat terlapor tinggal selama ini. Juga undangan lainnya.

Karena sudah tidak ditahan, pelaku sekarang dalam pengawasan orang tuan dan pihak keluarga imbuhnya. “Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dan juga tidak saling menuntut. Kini kami tinggal segera mengajukan permohonan penetapan diversi ke PN Bangil,” tukasnya.

Apakah pelaku ZA memiliki gangguan jiwa? Kanitreskrim mengatakan kondisi kejiwaan pelaku normal. “Memang dia (ZA) sempat ngelantur. Ternyata sebelum kejadian, ZA lebih dahulu mengkonsumsi pil, sehingga efek sampingnya seperti alami gangguan jiwa,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ZA sempat dihakimi massa Minggu (17/2) silam. Ini setelah dia ketahuan hendak mencuri motor di Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. ZA sempat hendak diproses hukum, namun lantaran usianya masih 17 tahun, polisi menempuh upaya lain. (zal/fun)