Pemilik Toko Sekitar Pasar Baru Protes Uji Coba Parkir, Ini Alasannya

MAYANGAN – Uji coba parkir baru di sekitar Pasar Baru Kota Probolinggo, diprotes sejumlah pemilik toko sekitar Pasar Baru. Uji coba parkir yang baru dua hari itu dinilai merugikan pemilik toko karena pengunjung disebutkan alami penurunan drastis.

Protes terkait uji coba parkir itu, mayoritas disuarakan sejumlah pemilik toko di Jalan Panglima Sudirman. Seperti yang diungkapkan Wati Rahayu, 50, pemilik toko kain Mahkota.

Menurutnya, pengunjung yang hendak ke tokonya, harus berjalan kaki lebih dari 250 meter. Sementara kendaraan mereka, harus diparkir di sebelah timur Toko Wolu. Tidak hanya itu. Di sekitar area parkir, juga ada toko kain. Sehingga, pelanggannya cenderung memilih toko yang dekat. “Nah, kalau orang (pengunjung) pastinya milih yang dekat. Soalnya kalau beli ke sini harus jalan kaki terlebih dahulu,” bebernya.

Akibatnya, tokonya mengalami penurunan pengunjung. “Berapa persen turunnya, belum tahu ya. Sebab, baru dua hari parkiran dipindah. Namun, yang jelas dalam dua hari ini sudah turun. Biasanya rata-rata sampai 12 hingga 15 pengunjung yang datang. Ini hanya 10 hingga 11 pengunjung,” beber perempuan yang sudah 20 tahun lebih berjualan di tempat itu.

Hal senada diungkapkan Stelin Yulianto, 66, pemilik Apotik Sarinah. Menurutnya, uji coba parkir membuat pengunjung menurun.

Dikatakannya, harusnya pemkot mencari solusi yang baik untuk kedua pihak.

“Saya sepakat jika parkir dirapikan. Namun, dibuat satu saf saja atau dengan cara yang lain. Kalau parkiran sampai tiga saf, jalan akan menyempit. Dan, jika ada kendaraan yang melintas membuat macet,” bebernya.

Pihaknya juga tak sepakat di depan tokonya dipasang tali. Sebab, banyak pelanggannya yang sudah berumur. Mereka kesulitan melewati tali.

“Saya protes waktu dipasang tali tepat di depan toko. Saya bilang, bagaimana kalau ini rumahmu dan di depannya dipasang tali seperti ini. Apakah bapak tidak marah?,” terang Stelin.

Pihaknya berharap, ada solusi yang menguntungkan kedua pihak. Mengingat yang merasa dirugikan bukan hanya tokonya, melainkan semua toko yang berada di lokasi bebas area parkir. “Harusnya dicarikan solusi bersama agar tidak ada yang dirugikan,” tandasnya.

 

Nilai Wajar Pro-Kontra

Dikonfirmasi terpisah, Kadishub Kota Probolinggo Sumadi membenarkan jika ada beberapa pemilik toko yang protes. “Iya tadi pagi (Rabu) sempat saya temui pemilik toko ONO yang juga protes,” terangnya.

Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil pasti menimbulkan pro dan kontra. Dan hal itu menurutnya, akan jadi bahan evaluasi bersama. Mengingat ujicoba parkir itu baru dua hari. Sedangkan uji coba akan dilakukan dua pekan.

“Dimungkinkan konsumen belum terbiasa dengan perubahan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas. Hal ini juga sebagai bahan evaluasi selama masa ujicoba dua minggu ke depan,” jelasnya. (rpd/hn)