Suami Digerebek Sekamar dengan Wanita Lain, Istri Lapor Polisi

PROBOLINGGO – Razia Satpol PP Kota Probolinggo di malam valentine (14/2) lalu berbuntut. An, 29, warga Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, melaporkan suaminya, Krn ke Polres Probolinggo Kota.

Krn yang merupakan pegawai PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) Pelabuhan Probolinggo itu, sempat terciduk sekamar dengan pasangan tak resminya saat Satpol PP menggelar razia. Yakni ZK yang notabenenya merupakan teman kerjanya.

An mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolresta, Rabu (20/2) pukul 09.00. Laporan perempuan tiga anak itu sempat ditolak dengan alasan tidak cukup bukti. Namun, setelah yang bersangkutan mendatangi kantor Dinas Satpol PP, pengaduannya diterima petugas.

KBO Reskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Djarwo membantah laporan An ditolak. Menurutnya, aduan perempuan yang bekerja di sebuah rumah sakit di Kota Probolinggo itu sudah diterima. Pihaknya tinggal memanggil yang bersangkutan dan sejumlah saksi yang disebut An untuk dimintai keterangan.

“Sudah kami terima dan catat. Bukan laporan, tapi aduan. Kami nanti akan memanggil An lagi dan saksi-saksi yang disebut untuk dimintai keterangan,” terang Djarwo.

Selain itu, pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti. Sebab, meski An membawa barang bukti berupa rekaman salah satu media saat razia Satpol PP di malam valentine, namun tidak ditunjukkan ke penyidik.

Bukti tersebut lanjut Djarwo, berupa foto atau video saat berlangsung penggerebekan oleh petugas Satpol PP. Ia tidak memasalahkan, meski bukti yang ditunjukkan An, dari orang lain. “Tidak masalah, meski bukti didapat dari orang lain,” tambahnya.

Terpisah, Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, akan mendalami aduan An. Sebab, penggerebekan itu sudah lama, sehingga agak sulit mengungkapnya. Harusnya, lanjut Kapolresta, yang bersangkutan melapor sesaat setelah kejadian. “Tapi nggak masalah. Kami tetap akan menindaklanjuti aduan tersebut,” ujarnya singkat.

Kendati tidak menyebut pasal dan ayatnya, kasus perselingkuhan yang biasanya disertai perzinahan, ancamannya 9 bulan penjara. Karena itu, menurut Kapolresta, terlapor tidak ditahan dan sewaktu-waktu akan dipanggil keterangannya, sebagai tindak lanjut aduan An. “Terlapor tidak bisa ditahan. Dan, ini masuk delik aduan,” bebernya.

Sementara An mengaku, tidak langsung melaporkan suaminya karena tahu beberapa hari setelah kejadian. Ia mengetahui dari rekannya bahwa suaminya diamankan Satpol PP lantaran satu kamar di kamar indekos Mentari Jl. Lumajang, Gang Hijrah atau Gang I.

“Rekan saya mengira, saya sudah tahu dan tidak mempermasalahkan. Padahal, saya tidak tahu. Ya akhirnya saya lapor ke sini,” tandasnya saat di SPKT.

Ia mengaku, tega melapor suaminya karena sudah lebih dari satu kali berselingkuh. Selain itu, pada 14 Desember lalu An telah melapor ke tempat kerja suaminya. Sayangnya, pengaduanya itu tidak berdampak apapun. Sehingga, pada saat keduanya digerebek oleh Satpol PP, An enggan melaporkan kejadian tersebut ke perusahaan.

“Percuma melapor ke sana. Saya pernah melapor perselingkuhan sebelumnya. Tapi, nggak direspons sampai sekarang. Padahal, mereka menjalin hubungan sudah hampir satu tahun,” ujarnya.

An mengaku, dirinya sudah tidak kuat lagi dengan tindakan yang dilakukan suaminya. Sehingga, dalam waktu dekat An berniat untuk bercerai.

“Sering diketahui aksi keduanya. Bahkan, sudah dipertemukan dengan kedua orang tua kami. Namun, jawabannya (Krn) hanya bilang mau berubah. Apalagi saya kasihan dengan anak-anak. Namun, jika begini terus makan hati. Lebih baik saya cerai saja,” bebernya.

Terpisah, kepala di tempat KR bekerja, Djumadi mengatakan, keduanya sudah dipanggil untuk dikonfirmasi. Selain itu, keduanya sudah dilaporkan ke Dewan Direksi agar segera ditindaklanjuti sesuai dengan aturan dan ketentuan perusahaan. “Dalam waktu dekat, insya Allah ada putusannya,” jelasnya. (rpd/hn/mie)