Dipolisikan Kekasih yang Hamil, Pemuda Mentor Ditangkap di Bali

MAYANGAN–SB, 22, pemuda asal Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, diamankan anggota polisi di indekosnya di Bali, Senin (18/2) lalu. SB tiba di Mapolres Probolinggo Kota, Rabu (20/2) malam. Hal itu berkaitan dengan tuduhan telah memperkosa SNY, 16, warga Sumberasih yang juga kekasihnya.

Diamankannya SB oleh polisi, disesalkan pihak keluarga. Versi keluarga, SB tidak melakukan tindakan seperti yang dituduhkan. Hal itu ditegaskan Hs, 52, ayahnya, saat ditemui di Mapolres Probolinggo Kota, Kamis (21/2).

Menurut Hs, kasus itu bermula ketika SNY berkenalan dengan anaknya melalui media sosial Facebook. Keduanya lantas intensif berkomunikasi. Komunikasi melalui dunia maya itu, kemudian berlanjut temu darat pada 26 Agustus 2018.

Saat itu, SB yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online di Bali itu, pulang ke rumahnya. Sehari berselang, SB menurut Hs, kembali ke Bali. Tiba-tiba SB mendengar kabar jika SNY hamil 6 bulan.

Keduanya tetap intensif berkomunikasi. Dalam komunikasi tersebut, SNY meminta SB bertanggung jawab. SB yang merasa tidak melakukan hubungan suami-istri itu, menolak untuk bertanggung jawab.

Karena itulah, keluarga SNY lantas melaporkan SB ke polisi. “Pelaporannya mungkin sudah lama. Sebab, saya tidak tahu menahu kasus itu. Lebih lagi ketika saya tanya ke anak saya, dia juga mengaku tidak pernah melakukan hubungan tersebut. Bahkan, keterangan si perempuan mencla-mencle,” kata Hs.

Soal tempat misalnya. Awalnya, SNY bilang jika hubungan suami-istri tersebut dilakukan di rumahnya. Bahkan, pernah dilakukan di depan pasar. SB bersikukuh membantah telah melakukan hubungan terlarang itu.

Sampai akhirnya, ia didatangi tiga orang yang mengaku dari kepolisian sekitar pukul 20.00. “Bukti laporannya ditunjukkan lewat HP,” terang Hs. Kemudian Hs berniat pulang bersama-sama dengan SB. Namun, petugas melarang. Petugas meminta agar Hs pulang terlebih dahulu.

SB kemudian dibawa polisi dan tiba di Polres Probolinggo Kota pada 20 Februari. Kamis pagi, SB mengaku masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik. “Saya datang ke sini karena diminta untuk membawa kelengkapan administrasinya. Makanya saya ke sini,” terangnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendy Dwi Susanto membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, SB sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mengingat sudah ada dua alat bukti yang kuat. Sehingga, SB dilakukan penangkapan.

Sayangnya, Nanang enggan membeberkan apa saja dua alat bukti tersebut. “Ada tahapan penerimaan laporan sampai dengan gelar. Tentunya, jika sudah ditetapkan sebagai tersangka, sudah melalui beberapa tahapan atau proses. Artinya, sudah ada dua alat bukti kuat yang mengarah ke sana,” singkat AKP Nanang. (rpd /rf)