Jumlah Pernikahan Menurun, Selama 2018 Jumlahnya Cuma Segini

BANGIL – Berbeda dengan pemohon izin poligami, jumlah pernikahan selama 2018 menurun dibanding 2017. Selama 2017 ada 14.717 pernikahan dan tahun kemarin tercatat ada 14.641 pernikahan. Artinya, ada penurunan 76 pernikahan.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Pasuruan Usman mengatakan, jumlah pernikahan juga tidak bisa diprediksi. Sebab, terjadi tergantung keinginan masyarakat. “Setiap tahun tidak bisa diprediksi jumlahnya,” ujarnya.

Usman mengatakan, jumlah pernikahan naik turun setiap tahunnya. Jika melihat data pernikahan cenderung turun pada 2014-2016. Pada 2014 ada 15.755 pernikahan; 2015 (14.156 pernihakan); 2016 (13.355 pernikahan). Pada 2017 naik menjadi 14.717 pernikahan dan tahun kemarin kembali turun,ada 14.641 pernikahan.

Usman mengatakan, ada lonjakan jumlah pernikahan pada 2017 karena saat itu ada kegiatan nikah masal. Katanya, naik-turunnya jumlah pernikahan tergantung populasi, faktor usia, dan pertambahan penduduk. “Termasuk yang usia menikah. Jika sudah 18 tahun ke atas bagi perempuan dan siap menikah, maka potensi meningkatnya pernikahan juga tinggi,” ujarnya.

Namun, Usman mengatakan, rata-rata penduduk di Kabupaten Pasuruan yang menikah untuk perempuan rata-rata berusia antara 20-25 tahun. Sedangkan, laki-laki berusia di atas 25 tahun. “Ini dipengaruhi faktor pendidikan, kesiapan ekonomi, dan sebagainya,” ujarnya. (eka/fun)