Kesyahbandaran Targetkan 800 Nelayan Kecil di Kota Probolinggo Miliki Sertifikat

MAYANGAN- Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Tembaga Probolinggo tahun ini menargetkan 800 sertifikat bagi nelayan. Khususnya nelayan yang memiliki kapal di bawah GT 7.

Seperti yang disampaikan Kepala KSOP IV Probolinggo Capt Subuh Fakkurochman. Menurutnya, dari inventarisir yang dilakukan KSOP, setidaknya ada 1.610 kapal yang belum tersertifikasi.

“Tahun ini target kami 800 pas sampai akhir Desember nanti. Syukur-syukur bisa semuanya terpenuhi karena jumlah kapal terus bertambah di Probolinggo ini,” terangnya saat ditemui di sela acara Hari Jadi Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai ke-31 tahun 2019 di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kamis (21/2) pagi

Menurut Subuh Fakkurochman, untuk sertifikasi termasuk pemberian pas kecil (tanda bukti kepemilikan) kapal, buku pelaut telah mencapai 133. Selanjutnya tahun 2019 ini ditargetkan setidaknya ada 800 sertifikat yang diterbitkan dari total 1.610 kapal yang sudah terinventarisir.

“Untuk rekan nelayan dan pemilik kapal dibawah GT 7, mari bersemangat untuk melengkapi kapal dengan sertifikasi sehingga punya legalitas jelas. Bagi yang belum punya pas kecil, akan kami beri pelayanan ke tempat pemilik kapal. Teman-teman nelayan segera ke KSOP dan kami akan memberikan pelayanan terbaik,” imbuh Subuh.

Di sisi lain, Kasubdit Sarpras Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan RI F. Zulistian yang hadir dalam acara menambahkan, pemerintah mendukung program di bidang keselamatan pelayaran. Hal itu sesuai dengan tugasnya di bidang keselamatan pelayaran. Dimana setiap kapal yang berlayar harus memenuhi syarat kelaikan kapal.

“Mudah-mudahan menumbuhkan rasa kesadaran, bahwa aspek keselamatan menjadi kebutuhan bukan kewajiban. Secara terus menerus Dirjen Perhubungan Laut melakukan pengawasan, menyertifikasi aspek kelaikan kelautan yang dilakukan oleh KPLP sebagai pegawas di lapangan. Jika mau naik kapal wajib gunakan life jacket. Ini menjadi cerminan bersama-sama untuk care terhadap keselamatan pelayaran,” tutur Zulistian.

Kegiatan yang berlangsung Kamis pagi  juga diikut sertakan pembagian life jacket bagi para nelayana kecil. Setidaknya ada 200 life jacket yang dibagikan. Serta juga bersih bersih pantai dan pelabuhan guna memperingati hari peduli sampah nasional. (rpd/fun)