Rekap Pemilih Tambahan, Pemilih di Kota Probolinggo Berkurang 31

MAYANGAN-Jumlah pemilih di Kota Probolinggo berkurang 31 orang pasca dilakukan rekap pemilih tambahan, Selasa lalu (19/2). Berkurangnya pemilih ini masih sementara karena masih ada proses pindah pilih tahap 2.

“Setelah proses rekap pemilih tambahan, jumlah pemilih berkurang dibandingkan data pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) 2. Berkurangnya pemilih ini wajar terjadi karena ada warga yang menempuh pendidikan di luar Kota Probolinggo atau bekerja di luar Kota Probolinggo,” ujar Djoko Wahyudi, komisioner Divisi Data, KPU Kota Probolinggo, kemarin (20/2).

Berdasarkan data dari KPU Kota Probolinggo, jumlah pemilih DPTHP 2 mencapai 167.834 pemilih. Kemudian jumlah pemilih yang masuk Kota Probolinggo yang diproses dalam DPTb tahap 1 berjumlah 98 orang.

Sedangkan, Jumlah pemilih yang keluar berjumlah 129 orang. “Ada yang beralasan karena kerja di luar kota atau sekolah,” jelasnya.

Jumlah pemilih masuk dan keluar ini sudah mencakup pemilih yang ada di Pondok Pesantren. Bagi santri luar Kota Probolinggo  yang akan menetap di pondok pesantren saat pelaksanaan pemilu, maka masuk  dalam DPTb.

“Tapi ada juga pondok pesantren yang memulangkan santrinya saat pemilu ke daerah asal seperti ke wilayah Kabupaten Probolinggo, Lumajang. Tidak perlu mengurus DPTb tapi langsung mengikuti pemilihan di daerah asal,” ujarnya.

Djoko memastikan bahwa jumlah surat suara yang diterima KPU melebihi jumlah pemilih dalam DPTb tahap 1. Hal ini karena dalam pengajuan surat suara ke KPU RI dilakukan penambahan 2 persen dari DPTb TPS sebagai cadangan surat suara.

“Surat suara yang diajukan melebihi pemilih DPTb tahap 1 ini. Karena surat suara yang diajukan termasuk surat suara cadangan 2 persen,” jelasnya.

Surat suara yang telah tiba di Kota Probolinggo adalah surat suara DPR RI dan DPRD Jawa Timur. Masing-masing surat suara berjumlah 171.396 surat suara. (put/hn)