Bantuan Modal Perikanan di Pasuruan, Kuota Rp 7 M, Terpakai Rp 2,8 M

BANGIL – Sampai akhir tahun 2018, 14 kelompok usaha perikanan Kabupaten Pasuruan memanfaatkan bantuan modal dari pusat. Namun, baru Rp 2,8 miliar yang dimanfaatkan. Sementara, kuotanya mencapai Rp 7 miliar.

Slamet Nurhandoyo, kepala Dinas Perikanan (Disper) Kabupaten Pasuruan mengatakan, kuota bantuan modal untuk pembudidaya di Kabupaten Pasuruan sebesar Rp 7 miliar. “Kuota awal dari pusat diberikan sebesar Rp 7 miliar. Memang belum semuanya dimanfaatkan, masih Rp 2,8 miliar yang cair,” terangnya.

Bantuan modal ini bisa diajukan oleh perseorangan, kelompok, ataupun CV. Lewat pinjaman modal dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) pusat ini, nantinya akan diberikan bantuan modal sesuai dengan kebutuhan usaha perikanannya.

Slamet mengatakan, pinjaman bantuan modal diberikan lantaran selama ini pengolahan ikan masih kesulitan pinjaman modal dari perbankan. Ini, lantaran budi daya masih dinilai usaha yang berisiko tinggi.

“Sehingga, tahun ini diadakan pinjaman modal lewat LPMUKP. Untuk CV bisa pinjam hingga Rp 500 juta dan perseorangan Rp 50 juta dengan modal ringan 4 persen per tahun,” jelasnya.

Sampai tutup tahun 2018, tercatat ada 14 perseorangan dan kelompok yang mengajukan pinjaman modal dan sudah disetujui. Dari jumlah tersebut tercatat Rp 2,8 miliar pinjaman. Memang, tidak mencapai target yang diberikan pusat hingga Rp 7 miliar. Namun, tahun ini terus digenjot peminjaman modal ini agar lebih bisa mengembangkan usaha mereka. (eka/hn)