Ditutup Sementara, Satpol PP Awasi 5 Toko Modern di Pandaan-Sukorejo

PANDAAN – Satpol PP Kabupaten Pasuruan melakukan pengawasan intensif pada lima toko modern yang ditutup sementara karena tak mengantongi izin. Hal itu dilakukan agar pemilik toko tidak membuka toko modern selama izin belum dipenuhi.

“Penutupan sementara sejauh ini masih berlangsung. Waktu penutupan tiga bulan,” kata Satpol PP Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko pada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (22/2). Pria yang akrab disapa Yudha itu menginstruksikan anak buahnya intensif melakukan patroli di depan toko tersebut.

Diberitakan sebelumnya, lima toko modern di Kecamatan Pandaan dan Sukorejo ditutup sementara oleh Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Kamis (14/2). Toko berjejaring itu ditutup lantaran belum dilengkapi Izin Usaha Toko Modern (IUTM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Penindakan itu merujuk pada Perda 5/2011 tentang Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pusat Perbelanjaan Toko Modern. Sebelum melakukan penutupan, Satpol PP sudah melakukan klarifikasi dan memberikan teguran pada pemilik toko modern tersebut.

Penutupan sementara ini berlaku tiga bulan. Jika dalam kurun waktu tersebut, pemilik belum melengkapi izin, maka akan ditutup permanen. Diketahui, kelima toko modern itu sudah beroperasi sejak September 2018. Selama itu pula, toko tersebut beroperasi tanpa izin.

Penertiban dilakukan bermula dari keluhan masyarakat. Warga mengeluhkan keberadaan toko modern yang mematikan usaha toko tradisional. Satpol PP memastikan, langkahnya menutup toko modern itu sudah sesuai dengan aturan.

“Menyangkut ini kami tentunya tegas, bagian dari penegakan perda dan tak tebang pilih. Pemilik atau pengelola usaha toko modern yang belum berizin, harus patuh pada ketentuan yang ada dan berlaku di kabupaten ini,” ungkapnya. (zal/rf)