Jadi Tersangka Asusila, Keluarga Pemuda Mentor Ini Minta Tes DNA

MAYANGAN – Keluarga SB, 22, pemuda asal Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo yang jadi tersangka kasus asusila tak tinggal diam. Pihak keluarga tersangka meminta polisi melakukan tes DNA terhadap anak korban bila nanti sudah dilahirkan. Korban sendiri merupakan kekasih SB.

Rencana itu disampaikan orang tua tersangka, Hs, 52, warga Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Namun, rencana itu masih akan dikoordinasikan dengan penasihat hukumnya. Sebab, biaya yang dibutuhkan untuk tes DNA pun tidak murah. Yakni, sekitar Rp 7,5 juta.

“Rencananya kami akan melakukan tes DNA. Apakah benar yang dikandung olehnya (SNY, 16, warga Sumurmati), benar hasil dari anak saya,” terangnya.

Sayangnya, Hs belum mau membeberkan rencana itu secara gamblang. Mengingat ia masih akan berkoordinasi dengan kuasa hukumnya.

Menyikapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendy Dwi Susanto mengatakan, upaya yang akan dijalani oleh pihak tersangka itu sah-sah saja. “Jika memang akan ada upaya untuk tes DNA maka dipersilakan,” tegasnya.

AKP Nanang menjelaskan, pihaknya sudah menangani kasus itu sesuai prosedur. Diawali dengan menindaklanjuti laporan, pemeriksaaan korban, termasuk visum.

Kemudian pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan bukti. Baru kemudian disimpulkan dalam gelar perkara yang membuktikan bahwa Samsul Bahri kuat mengarah kepada pelaku asusila. Ia kini jadi tersangka usai dilaporkan menghamili kekasihnya sendiri.

Karena itu, dia ditetapkanlah sebagai pelaku dan ditangkap. Keterangan pelaku sendiri berdasarkan hasil pemeriksaan, sama dengan keterangan korban. “Hasil penyelidikan dari keterangan terlapor klop dengan keterangan pelapor,” bebernya.

Akibatnya terlapor yang saat ini statusnya sudah menjadi tersangka, terancam pasal 81 UU Perlindungan Anak. Ancamannya maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Samsul Bahri sendiri ditangkap setelah dilaporkan SNY, 16, Warga Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Dia dilaporkan melakukan pencabulan. Sehingga menyebabkan SNY hamil.

Tersangka akhirnya ditangkap di Bali, Senin (18/2). Dan, tiba di Polres Probolinggo Kota pada Rabu (20/2) malam. (rpd/hn)