Melihat Potensi Kerajinan di Desa Mendalan yang Jadi Industri Kreatif

Selain pertanian, warga di Desa Mendalan, Kecamatan Winongan mulai melirik sumber ekonomi baru. Salah satunya adalah membatik, yang diinisiasi PKK desa setempat. Belakangan kerajinan batik menjadi industri kreatif.

ERRI KARTIKA, Winongan

Tak sulit mencari Desa Mendalan di Kecamatan Winongan. Terletak di Jalan raya Winongan dari Gondangwetan ke Winongan. Desa Mendalan memang memiliki mayoritas mata pencaharian sebagai petani. Karena itu tak heran kanan kiri jalan, banyak terlihat sawah yang membentang luas.

Hanya saja sudah beberapa tahun ini muncul ekonomi kreatif baru di Desa Mendalan. Yaitu perajin batik tulis yang sudah digeluti oleh puluhan kaum hawa di desa setempat.

Kerajinan batik ini bahkan pelakuusahanya banyak yang sudah terjun ke bisnis sejak tahun 2016 lalu. Semenjak itu, permintaan batik tulis rutin bahkan terus naik.

Ony Agus Harianto, Kades Mendalan bahwa industri kecil di Desa Mendalan memang cukup menggeliat. Selain sudah banyak yang mendirikan UKM makanan dan minuman, juga ada mebeler hingga kini batik tulis.

“Untuk batik tulis ini awalnya memang dari pelatihan di PKK. Tapi ternyata berpotensi bahkan kini menjadi sumber ekonomi kreatif baru,” terangnya.

Menurut Ony, kegiatan PKK di Desa Mendalan memang cukup aktif. Selain kegiatan rutin berkumpul di balai desa, juga ada pelatihan untuk meningkatkan kemampuan anggota. Biasanya ada pelatihan pembuatan makanan dan minuman.

Untuk batik tulis ini awalnya dari CSR perusahaan sekitar. Bermula tahun 2014 lalu dirintis menjadi Kelompok Bina Lestari PKK Desa Mendalan. Dari pelatihan dan menularkan ilmu ke anggota yang lain sejak tahun 2016 lalu, kerajinan batik tulis ini mulai menerima pesanan dan menghasilkan ekonomi bagi pembatik.

Sementara ini, untuk pembuatan batik tulis memang lebih banyak dari pesanan. Mulai dari perseorangan atau instansi .

Akhmadi, Sekretaris Desa Mendalan berharap, perajin batik tulis ini dapat terus berkembang terutama bisa lebih berkreasi dari sisi desain dan motif. “Untuk batik tulis sini sudah ada motif khas yaitu batik sukun dan daun sirih yang merupakan khas potensi Desa Mendalan. Harapannya dari motif khas bisa terus dikembangkan lagi karena merupakan produk unggulan Desa Mendalan,” terangnya.

Termasuk kedepan diharapkan lebih banyak warga setempat yang memiliki ide ekonomi kreatif lain agar bisa menumbuhkan wirausaha dan sumber ekonomi baru. (fun)