Odong-Odong Kini Dilarang Melintas Depan Masjid Agung Probolinggo

MAYANGAN – Rute odong-odong di sekitar Alun-Alun Kota Probolinggo dikeluhkan takmir Masjid Agung Raudlatul Jannah, Kota Probolinggo. Odong-odong dinilai menimbulkan macet.

Menyikapi hal itu, Dishub dan Satpol PP Kota Probolinggo merelokasi jalur odong-odong. Kepala Dishub Kota Probolinggo Sumadi mengatakan, saat ini odong-odong dilarang melintas di depan Masjid Agung atau di Jl KH Agus Salim.

Ini dilakukan guna merespons keluhan takmir masjid yang disampaikan pada Wali Kota Probolinggo. “Mengingat odong-odong selain membuat macet juga mengganggu orang yang beribadah. Suara odong-odongnya ini yang mengganggu,” terang Sumadi.

Untuk memastikan aturan baru itu terlaksana, petugas Satpol PP pun berjaga di lokasi. Termasuk memastikan, odong-odong mengikuti jalur baru yang ditetapkan.

Mulanya rute odong-odong dari Jalan A Yani belok kiri masuk ke Jalan KH Agus Salim. Namun, kini terus ke barat hingga Jalan dr Moch Saleh. Kemudian belok ke kanan (utara) masuk Jalan KH Mansur, sampai Jalan Trunojoyo atau depan Lapas Kota Probolinggo.

Jika melanggar, menurutnya itu merupakan tugas dari kepolisian. Dishub sendiri tidak bisa memberi sanksi.

Sebab, berdasarkan UU LAJ, odong-odong bukan termasuk kendaraan. Namun, sebelumnya disepakati bahwa odong-odong atau kereta angkutan itu masuk angkutan wisata.

“Untuk kewenangan jika terjadi pelanggaran, maka itu tugas dari kepolisian dalam hal ini satlantas,” tandasnya.

Karena itu, pihaknya hanya bisa menegur jika ada odong-odong yang diketahui masih melintas di Jalan KH Agus Salim. Itulah mengapa, Satpol PP ditugaskan di lokasi.

Kasatpol PP Agus Effendi membenarkan hal tersebut. Namun, karena keterbatasan anggota, maka pihaknya memasang tanda larangan agar odong-odong tidak melintas di depan masjid. Anggota yang bertugas berjaga berada di sana hanya ketika sore hingga malam hari, yakni sekitar pukul 20.00.

“Sejak 19 Februari, anggota memasang papan larangan untuk mendukung aturan baru itu. Kalo kami jaga pagi sampai malam, kami kekurangan personel,” pungkasnya. (rpd/hn)