Siapkan Rp 5 Miliar untuk Relokasi BLK, Lokasinya Dipindah Disini

KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berencana merelokasi gedung Balai latihan kerja (BLK). Pasalnya, gedung BLK yang terletak di pertigaan kantor Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan itu, dirasakan kurang layak. Apalagi, gedung BLK itu tidak memiliki gedung mess atau penginapan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo Achmad Fauzie Effendi saat dikonfirmasi mengatakan, keberadaan gedung BLK yang ada di pusat tengah kota Kraksaan dirasa kurang efektif. Selain berada dalam satu lahan dengan gedung perpustakaan daerah (Perpusda), gedung BLK yang dimliki saat ini tidak dilengkapi dengan mess. Padahal, fasilitas mess itu sangat dibutuhkan bagi peserta pelatihan yang tempat tinggalnya jauh.

”Kami sangat membutuhkan mess. Karena banyak peserta yang ikut pelatihan di BLK itu dari Sumber, Sukapura, Tiris adan wilayah lain di luar Kraksaan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (22/2).

Fauzie menjelaskan, selama ini peserta pelatihan BLK yang tempat tinggalnya jauh, terpaksa harus merogoh kantongnya untuk wira-wiri. Sebab, mereka tidak bisa tinggal di mess. Sedangkan jika tinggal di kost, akan semakin membengkak. ”Kami sendiri tidak ada anggaran untuk transportasi wira-wiri atuapun tiap pelatihan ada alokasi anggaran sewa tempat kost,” terangnya.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, untuk rencana relokasi pembangunan gedung BLK itu, awalnya pemkab Probolinggo telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 10 miliar melalui APBD 2019. Rencananya, dengan anggaran sebesar itu, dapat menyiapkan tempat dan pembangunan gedung BLK.

Namun, awal tahun anggaran berjalan, rupanya ada pergeseran anggaran. Sesuai kebijakan Bupati Probolinggo, rencana relokasi BLK yang semula dialokasikan Rp 10 miliar, sebagian anggaran dialihkan atau digeser untuk penanganan bencana di Tiris. Dengan begitu, anggaran yang tersedia untuk tahapan relokasi BLK itu hanya dialokasikan sekitar Rp 5 miliar.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Pemukiman Kabupaten Probolinggo, Donny Ardianto saat dikonfirmasi membenarkan rencana relokasi pembangunan gedung BLK. Rencananya, pemkab akan membangun gedung bLK yang baru di lahan depan makam pahlawan masuk Kelurahan Kandang Jati Kulon Kraksaan.

”Karena ada pergeseran anggaran, jadi relokasi pembangunan BLK tidak bisa sekaligus tahun ini. Sebba, separo anggaran yang telah dialokasikan digeser untuk kegiatan prioritas lain untuk penanganan pasca bencana,” katanya.

Donny menjelaskan, rencananya pembangunan gedung BLK itu akan bertahap. Diamana, tahun ini dengan alokasi anggaran sekitar Rp 5 miliar itu, diperuntukkan kegiatan menyiapkan lahannya. Sebab, lahan relokasi gedung BLK itu masih dibutuhkan pengurukan yang cukup dalam. ”Nanti tahun depan rencana pembangunan gedung BLK itu dilengkapi dengan mess nya,” terangnya. (mas/fun)