Ssstt, Polisi Lidik Proyek Gravitasi PDAM di Tiris

PROBOLINGGO – Diam-diam Satreskrim polres Probolinggo tengah menyelidiki dugaan korupsi gravitasi pipanisasi pada tahun 2015. Proyek gravitasi pipanisasi PDAM di Kecamatan Tiris, oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim ditengarai terjadi praktik penyalahgunaan. Bahkan, dua hari lalu (Kamis, Red), mantan Direktur PDAM Kabupaten tengah dimintai keterangan oleh penyidik Polres.

Data yang dihimpun, penyelidikan dugaan penyelewengan anggaran proyek gravitasi pipanisasi PDAM itu dilakukan setelah adanya aduan dari masyarakat. Pasalnya, proyek gravitasi pipaniasi tahun 2015, sampai saat ini belum terealisasi. Dari aduan itu, ada dugaan proyek sekitar Rp 5 miliar lebih pada tahun 2015 ada dugaan penyelewengan.

Proyek itu merupakan kegiatan Dinas sumber daya air (SDA) Pemprov Jatim. Mulai dari anggarannya sampai pengerjaannya ditangani langsung Pemprov Jatim. Rencananya, setelah proyek aliran air dari sumber mata air di Tiris yang mengandalkan gravitasi selesai akan diserahkan ke Kabupaten Probolinggo. Hanya saja, hingga saat ini belum ada penyerahan kegiatan hasil proyek tersebut ke PDAM Kabupaten Probolinggo.

Mantan Direktur PDAM Kabupaten Probplinggo, Bambang belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon, tak kunjung diangkat. Begitupula dengan pesan yang dikirimkan. Belum mendapat tanggapan.

Terpisah, Gandhi Hartoyo selaku direktur PDAM Kabupaten Probolinggo saat dikonfirmasi mengatakan, kegiatan gravitasi pipanisasi air di wilayah Tiris itu bukan kegiatan PDAM Kabupaten Probolinggo. Kegiatan itu merupakan oleh Pemprov Dinas SDA dan dikerjakan langsung oleh provinsi. Nah, pihaknya sendiri belum mengetahui pasti hasil pengerjaan proyek tersebut. Sebab, hingga saat ini belum ada penyerahan dari dinas SDA Provinsi ke PDAM Kabupaten Probolinggo.

“Itu kegiatan gravitasi provinsi langsung. Sampai sekarang belum ada penyerahan ke kami terkait gravitasi pipanisasi air itu,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (22/2).

Gandhi menjelaskan, kegiatan gravitasi pipanisasi air itu merupakan mengalirkan air dari sumber mata air di pegunungan tanpa menggunakan alat mesin. Jadi mengandalkan gravitasi, air itu disalurkan ke rumah-rumah dan lainnya. “Iya saya sudah dengar soal kegiatan itu sedang diselidiki polisi. Tapi itu bukan kegiatan kami,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto melalui Kasatreskrim AKP Riyanto saat dikonfirmasi, tidak menampik tengah meminta keterangan pada mantan direktur PDAM Kabupaten Probolinggo. Namun, pihaknya masih tahap penyelidikan awal atau klarifikasi.

”Kami mintai keterangan pihak PDAM Kabupaten Probolinggo, karena kami klarifikasi dari nol dan awal. Kami masih belum mengetahui pasti soal kegiatan proyek gravitasi itu,” terangnya. (mas/fun)