700 Rumah dan 25 Hektare Sawah di Sidogiri Tergenang

KRATON – Bencana banjir belum bisa menjauh dari wilayah Pasuruan. Jumat (22/2) malam, sejumlah 700 rumah dan 25 hektare (Ha) sawah di dua dusun di Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, terendam banjir. Banjir ini terjadi dampak dari tingginya intensitas hujan dari daerah selatan Kabupaten Pasuruan.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, air mulai masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 17.00. Genangan ini mencapai puncaknya sekitar pukul 17.28. Sediktinya, ada 700 rumah warga di Dusun Sidogiri dan Dusun Wangkal yang tergenang. Banjir juga merendam 25 Ha sawah di Dusun Wangkal.

Rata-rata ketinggian air berkisar 40 sampai 50 sentimeter. Air mulai menyusut sekitar pukul 20.06 dan surut pada pukul 22.00. Syukur, tidak ada kerugian yang dialami warga. Namun, banjir ini menyebabkan akses utama dari arah Pohjentrek di sisi selatan dan Wonorejo di sisi barat tidak bisa dilalui.

Kepala Desa Sidogiri Kodrad Abadikun mengatakan, banjir air yang masuk ke pemukiman ini merupakan kiriman dari Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Hujan juga sempat melanda desanya selama satu jam mulai pukul 15.00 sampai pukul 16.00 WIB.

Tingginya intensitas hujan membuat Kali Sumber Pinang di Dusun/Desa Sidogiri, tidak mampu menampung debit air dan meluap. Sehingga menggenangi jalan dan pemukiman warga. “Tidak ada kerugian yang dialami warga. Tanaman di sawah yang terendam juga sudah menua. Warga juga tidak ada yang dievakuasi. Hanya arus lalu lintas dari Pohjentrek dan Wonorejo sempat lumpuh selama hampir lima jam,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan, sungai dan kali di Kabupaten Pasuruan, sudah waktunya dinormalisasi. Namun, hal ini tidaklah mudah karena mayoritas kewenangan Pemprov.

“Sehingga saat curah hujan mencapai 50 milimiter per jam dipastikan meluap. Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pembangunan kolam retensi di masing-masing jalur daerah aliran sungai. Serta mendorong pemerintah desa membangun embung desa,” ujarnya. (riz/rud)