Hingga 2023, Diperkirakan Ada 300 Guru di Kota Probolinggo Akan Pensiun

KEDOPOK – Rekrutmen Pejabat Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk lowongan guru di Kota Probolinggo belum sepenuhnya bisa mengatasi kekurangan guru. Pasalnya, sampai 2023 nanti, diperkirakan ada 300 guru yang akan pensiun.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa, Sabtu (23/2). “Jumlah guru Kota Probolinggo masih belum mencukupi. Meskipun ada tambahan dari PPPK ini,” ujar di sela-sela mendampingi Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin saat meninjau proses tes PPPK di SMA Negeri 2.

Karena itu, pemkot masih mengajukan kembali formasi guru. Seperti beberapa waktu lalu walikota datang ke Kementerian PAN-RB untuk mengajukan kuota guru. “Sampai 2023, akan ada 300 guru yang akan pensiun. Kemarin walikota ke Kemenpan mengajukan itu,” ujarnya.

Mengenai mekanisme perekrutan, Deta mengungkapkan bisa melalui PPPK maupun CPNS. Rencananya tahun 2019 akan ada rekrutmen CPNS. Namun masih belum ada informasi resmi ke daerah.

“Info dari Kemenpan tahun 2019 ada CPNS. Ini rekrutmen PPPK baru tahap 1. Rencananya masih ada 3 tahap yang bisa diikuti untuk rekrutmen PPPK,” ujarnya.

Sementara itu Hadi Zainal Abidin berharap akan ada tambahan kuota untuk PPPK untuk bisa menampung tenaga honorer yang belum terakomodasi dalam tes PPPK tahap 1. “Semoga ke depan kuota perekrutan untuk Kota Probolinggo bisa bertambah,” katanya.

Lowongan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ternyata tidak bisa diikuti semua tenaga honorer K2. Dari 19 honorer berstatus K2, yang memenuhi syarat ijazah S-1 hanya 15 orang. Sedangkan 4 orang lainnya menjadi honorer K2 dengan ijazah SMA. Sehingga, tidak bisa mengikuti tes PPPK tahap pertama.

Empat orang ini menjadi honorer PPPK dengan ijazah SMA. Pada tahun 2013, BKN mendata honorer saat itu untuk masuk honorer K2. Sedangkan syarat tes PPPK ini adalah S-1.

Sehingga, total peserta yang mengikuti tes PPPK berjumlah 15 orang saja. Belasan honorer K2 ini selanjutnya akan mengikuti tes PPPK yang dilaksanakan tanggal 23-24 Februari 2019. Pengolahan data dan nilai dilakukan oleh BKPSDM. (put/rf)