Ngamuk-Ganggu Warga di Pasar Bangil, Pemuda Dimassa

BANGIL–Warga dan pengunjung Pasar Bangil, Minggu sore (24/2) dibuat heboh. Itu setelah seorang pemuda ngamuk tak jelas di pasar setempat. Pemuda itu pun sempat dimassa sebelum diamankan Satpol PP untuk dibawa ke rumah singgah Bina Hari Dinsos.

Informasi yang dihimpun, pemuda itu mengamuk sekitar pukul 15.30. Tak hanya menganggu warga, laki-laki yang diduga berusia 20-30 an ini juga menjilati lantai, barang hingga warga yang lewat.

“Karena warga merasa terganggu dengan kelakukan laki-laki itu karena merusak, lelaki itu sempat dipukuli agar berhenti. Tak sampai disitu, karena makin liar akhirnya dicoba ditangkap. Bahkan, diikat tangan dan kaki agar tidak membahayakan,” terang Mulyono, Kasi trantib satpoll PP Kecamatan Bangil.

Saat diamankan di Kantor Satpol PP Kecamatan Bangil, lelaki itu sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaan petugas. Lelaki itu juga tidak membawa identitas apapun.

“Kalau melihat dari tubuhnya yang bersih dan pakaiannya, laki-laki tersebut bukan gelandangan. Hanya saja, terus menerus berteriak mengucapkan satu kata terus. Misalnya, Masuk Pak Eko, dan berulang-ulang. Termasuk karena tingkahnya agresif dan marah-marah terus, terpaksa kami ikat,” terangnya.

Karena masih ngamuk tak jelas, laki-laki tersebut akhirnya sekitar pukul 16.30 dibawa ke Rumah Singgah Bina Hati Kabupaten Pasuruan.

Ia diterima oleh Wahyu Widodo Kasi Tuna Sosial, Dinsos kabupaten Pasuruan. Wahyu mengatakan, pihaknya masih belum bisa mengidentifikasikan terkait penyebab laki-laki tersebut mengamuk dan bicara tak jelas.

“Karena masih sangat agresif dan takut merusak kaca ataupun lari, saat ini terpaksa kami borgol baik tangan dan kakinya untuk keselamatan juga,” terangnya.

Rencananya, Senin ini, pemuda itu dibawa ke Puskesmas untuk diperiksakan kejiwaannya. “Mungkin bisa saja terkena gangguan kejiwaan seperti schizophrenia. Namun jika, benar terkena gangguan kejiwaan, bisa kami rujuk ke Rumah Sakit Jiwa,” terangnya. (eka/mie)