Pajak Restoran Meningkat Signifikan Mencapai Rp 20,8 Miliar

BANGIL – Makin banyaknya rumah makan dan kafe di Kabupaten Pasuruan, mengerek pendapatan Pemkab Pasuruan dari pajak restoran. Sepanjang 2018 perolehan Pemkab Pasuruan dari pajak restoran mencapai Rp 20,8 miliar.

Pendapatan itu melampaui dari yang ditargetkan, Rp 19 miliar. Dibanding pada 2017, juga meningkat siginifkan. Saat itu perolehan pajak restoran hanya Rp 17,3 miliar.

Kabid Pendataan, Penetapan, dan Pelaporan Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan Mokhammad Syafi’i mengatakan, makin meningkatnya perolehan pajak restoran ini karena banyak berkembangnya usaha kuliner di Pasuruan.

“Saat ini kegiatan bisnis seperti rumah makan, kafe, sampai depot cukup banyak berkembang. Termasuk munculnya usaha kuliner baru, terutama menjamurnya rumah makan dan kafe di wilayah barat sampai di timur yang arah ke Probolinggo,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan masyarakat yang makin senang nongkrong dan makan di luar, terutama saat akhir pecan, membuat bisnis restoran menjamur dan meningkatkan pajak restoran. Termasuk, menjamurnya kafe-kafe baru di Pasuruan dan banyak rumah makan di Pasuruan yang banyak diburu oleh orang luar kota.

Dari catatan BKD Kabupaten Pasuruan penyumbang pajak restoran mencapai kurang lebih 325 pembayar mulai dari rumah makan, warung sampai depot. “Kami tetap lakukan monitoring secara intensif, sehingga wajib pajak lebih taat membayar pajaknya,” ujarnya. (eka/rud)