Tunggu Komitmen Pemprov Soal Akses Sektor Wisata

PASURUAN – Sejumlah jalan provinsi di Kabupaten Pasuruan, terus mendapat perhatian Pemerintah Pusat. Selain menjadi sarana kegiatan perekonomian, ruas jalan yang mencapai puluhan kilometer itu juga menjadi salah satu penunjang sektor wisata. Pemerintah Pusat akan mengucurkan dana hibah untuk peningkatan jalan itu.

Hal itu disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Remin Irianto. Remin mengaku, telah mendapatkan informasi terkait bantuan Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Anggaran yang disiapkan dalam program ini dibebankan pada APBN 2019. Ruas jalan provinsi di Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu dari dua daerah lain yang juga mendapat perhatian. Yakni, Lumajang dan Malang. “Karena program ini mengutamakan jalan daerah yang bisa menunjang sektor wisata. Khususnya untuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Ruas jalan di wilayah kami juga menjadi penunjang akses menuju KSPN TNBTS,” ucapnya.

Menurutnya, ada beberapa pekerjaan yang akan dilakukan selama PHJD dilaksanakan. Yakni, peningkatan jalan hingga pemeliharaan kualitas jalan. Meski begitu pihaknya belum bisa menjelaskan kapan dimulainya program tersebut.

Bila merujuk pada perjanjian kerja sama Pemprov Jatim dengan Pemerintah Pusat, program ini akan dimulai pada pertengahan tahun ini. Sementara, pekerjaan akan berlangsung secara berkala hingga empat tahun mendatang.

“Saat ini masih tahap persiapan. Provinsi masih mematangkan perencanaan, membuka forum lalu lintas angkutan jalan, dan komunikasi dengan masyarakat terkait rencana progam ini. Setelah itu hasilnya akan disampaikan ke Pusat,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, di Kabupaten Pasuruan terdapat lima ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Jatim. Total panjang lima ruas jalan itu mencapai 86,14 kilometer. Rinciannya, ruas jalan Pandaan-Tretes 9,27 kilometer; Pasuruan-Kejayan sepanjang 1,69 kilometer; Kejayan-Tosari sepanjang 35,27 kilometer; Kejayan-Purwosari sepanjang 19 kilometer; dan Purwodadi-Nongkojajar 20,91 kilometer. (tom/rud)