Begal Usia Remaja Ini Ikut Diamankan saat Polisi Bongkar Jaringan Begal di Grati

BARANG BUKTI: Sejumlah onderdil dan motor yang berhasil diamankan polisi usai menggerebek sebuah rumah di Desa Plososari. Nampak pelaku AR (duduk) yang berhasil dibekuk. (Satreskrim Polres Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Tim Resmob Suropati Polresta Pasuruan kembali membongkar jaringan pelaku begal motor asal Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Salah seorang pelaku yang berhasil diamankan masih remaja. Selama dua hari menggelar operasi besar-besaran itu pula, polisi berhasil mengamankan sejumlah motor serta puluhan onderdil motor hasil kejahatan.

MASIH 17 TAHUN: Tersangka AR yang sudah diamankan di mapolresta Pasuruan. (Satreskrim Polres Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

Kasatreskrim Polresta Pasuruan, AKP Slamet Santoso mengungkapkan, operasi itu digelar menyusul adanya laporan pencurian motor di wilayah Kraton, Jumat (22/2) lalu. Setelah itu, Tim Resmob Suropati menggelar penyisiran di sejumlah wilayah. Penyisiran kemudian difokuskan di wilayah Grati yang diduga merupakan sarang jaringan pelaku.

“Saat sampai di depan Pasar Grati, tim kami berpapasan dengan empat pengendara motor tanpa pelat nomor. Dari ciri-cirinya yang mengenakan helm, masker dan membawa tas, kami mencurigai merekalah pelaku curanmor di Kraton itu,” ungkap Slamet.

Untuk memastikan kecurigaan itu, polisi lantas mengejar empat orang tersebut. Slamet menyebut, kecurigaannya semakin menguat lantaran keempat pemotor itu berusaha kabur. Aksi kejar-kejaran sempat terjadi. Memasuki Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, polisi menabrak salah seorang pemotor hingga jatuh tersungkur.

Pelaku itu diketahui berinisial AR, 17, warga Desa Plososari. Upaya polisi menangkap AR ternyata dimanfaatkan oleh ketiga pelaku lain untuk melarikan diri. “Pengakuan pelaku AR memang dia dan ketiga temannya yang kabur itu beberapa kali beraksi. Baik itu pembegalan maupun pencurian motor,” jelas Slamet.

Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan lima buah bom ikan yang disimpan di dalam tasnya. Di hadapan polisi, pelaku juga mengungkapkan bahwa ia dan ketiga pelaku lain pernah beraksi di banyak tempat. Kata Slamet, para pelaku tercatat pernah beraksi di lima TKP yang berada di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

“Namun di wilayah lain seperti Kabupaten Pasuruan dan Sidoarjo, kurang lebih ada 10 TKP,” imbuhnya.

Keesokan harinya, polisi kembali bergerak untuk melakukan pengembangan. Sasaran utamanya yakni rumah para pelaku. Dari salah satu rumah yang didatangi, polisi menemukan dua unit motor. Yakni motor Honda Beat dengan nopol N 4008 XF yang merupakan hasil pencurian di wilayah Kraton. Juga motor Honda Vario hasil pembegalan di wilayah Bangil.

“Selain itu, kami mengamankan puluhan onderdil motor yang patut diduga juga hasil kejahatan komplotan pelaku selama ini. Onderdil motor-motor curian itu diprotoli untuk dijual secara terpisah. Barang bukti kami amankan dari salah satu rumah pelaku, sebagian besar disimpan di lahan kosong yang ada di belakang rumah pelaku,” ujar Slamet.

Eks Kapolsek Wonorejo dan Purwodadi itu memastikan, pihaknya tetap mengembangkan kasus itu hingga berhasil menangkap tiga pelaku lainnya. “Kami sudah mengantongi identitas mereka. Saat ini masih dilakukan lidik lebih lanjut,” pungkasnya. (tom/fun)