Dua Hari Tidak Bekerja, Karyawan Bongkar Cor Saluran Limbah di Pabrik

DIJEBOL: Sejumlah karyawan membongkar saluran limbah PT Mega Marine Pride dan PT Baramuda Bahari di Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, yang sempat dicor warga. (Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BEJI – Langkah warga menutup saluran pembuangan limbah PT Mega Marine Pride dan PT Baramuda Bahari di Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, berbuntut. Sabtu (23/2), sejumlah karyawan dua pabrik itu membongkar saluran limbah yang sempat dicor warga itu. Para karyawan ini mengaku dirugikan atas penutupan tersebut.

DEMI LINGKUNGAN: Warga saat menutup saluran limbah dua pabrik. (Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Aksi ini disaksikan pihak Kepolisian, TNI, serta sejumlah warga yang sebelumnya menutup saluran itu. Salah satu karyawan PT Mega Marine Pride, Saiful mengatakan, ditutupnya saluran limbah secara sepihak oleh warga itu membuat pihaknya kecewa. Produksi perusahaan terganggu dan pihaknya tidak bisa bekerja.

“Perusahaan terpaksa meliburkan kami sejak Jumat hingga Sabtu, gara-gara saluran limbah ditutup. Kami tidak bisa membayangkan kalau kondisi ini terus terjadi. Kami bisa kehilangan pekerjaan dan tak bisa menafkahi anak-istri,” ujarnya.

Menurutnya, di perusahaan tempatnya bekerja ada ribuan karyawan. Mereka terpaksa diliburkan dampak dari penutupan saluran limbah ini. Aktivitas perekonomian di sekitar perusahaan juga terdampak. Banyak petambak udang yang rugi karena udangnya busuk. Sebab, perusahaan yang tidak berproduksi tidak bisa menerima udang dari petambak.

“Kami merasa terganggu. Kami bertekad membongkarnya. Kami ingin tetap bekerja. Sudah dua hari kami tidak bekerja gara-gara saluran limbah dibuntu seperti ini,” ujarnya.

Direktur Operasional PT Mega Marine Pride dan PT Baramuda Bahari Yohanes Yoelianto mengaku, sudah menjalin komunikasi dengan warga. Hasilnya, ada beberapa permintaan yang diajukan. Ia meyakinkan akan mengakomodasi permintaan warga. Namun, tidak bisa menjanjikan semua permintaan itu akan dipenuhi.

“Ada beberapa permintaan yang kurang rasional. Seperti mempekerjakan mantan karyawan yang sudah dikeluarkan untuk bekerja kembali. Kami keluarkan karena ada alasannya,” ujarnya.

Berkaitan dengan limbah, pihaknya mengaku semaksimal berusaha agar limbah cair yang keluar itu tidak mengganggu dan mencemari lingkungan. Ia menegaskan, uji baku mutu limbah di dua perusahaan tersebut sudah sesuai standarisasinya.

Mengingat perusahaan ini memiliki instalasi pengolahan limbah cair dengan kapasitas bak pengolahan yang mencukupi. Hal inilah yang membuatnya yakin perusahaannya tidak mungkin melepas limbah cair ke lingkungan tanpa melalui proses lebih dulu.

“Kami selalu berkoordinasi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan konsultasikan ke ahli kami untuk menjaga agar instalasi pengolahan limbah cair kami selalu dalam kondisi optimal. Masukan saran dan hasil audit selalu kami perhatikan,” jelasnya.

Yohanes mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan untuk menyanggupi permintaan warga. Ia juga menegaskan, perusahaannya sudah memiliki sistem pengolaan limbah yang baik dan memenuhi standar. “Ke depan kami berharap perwakilan warga lebih mengedepankan komunikasi dengan pihak perusahaan daripada melakukan aksi penutupan saluran seperti ini,” ujarnya.

Diketahui, Kamis (21/2) lalu, sejumlah warga Desa Wonokoyo, Desa Gununggangsir, Desa Cangkringmalang dan Desa Kedungringin, menutup saluran limbah PT Mega Marine Pride dan PT Baramuda Bahari. Alasannya, mereka gerah dengan pembuangan limbah dua perusahaan itu. Saluran limbah itu dicor. (one/rud/fun)