Hendak Pulang dengan Nggandol, Tewas usai Truk Terguling di Kraksaan

KRAKSAAN – Kecelakaan maut truk terguling usai alami pecah ban pecah di Kraksaan, merenggut nyawa seorang remaja. Yakni Riski, 17 asal Jalan Cempaka, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Riski saat itu menggandol truk. Ia hendak pulang ke rumahnya usai main malam mingguan di wilayah Kraksaan. “Kabarnya berangkat enam orang. Tapi yang pulang nggandol truk kok cuma empat orang,” ujar salah satu kerabat korban kecelakaan.

Selain Riski, tiga temannya yang nggandol itu adalah Anastya, Devan, dan juga Ramadani. Anastya alami luka di hidungnya. Devan juga alami luka di tangannya, sementara Ramadani juga alami luka ringan. Ketiganya sempat dirawat di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan.

Namun, ketiganya akhirnya diperbolehkan pulang usai menjalani perawatan di RSUD. Ketiganya pulang pada siang hari. Sementara jenazah korban juga sudah dikebumikan.

Sebelumnya, kawanan remaja ini menuju Kraksaan sekitar pukul 02.00. Mereka juga berangkat dengan cara gandol truk. Setelah berada di wilayah ibu kota Kabupaten Probolinggo tersebut, keempatnya beranjak pulang seusai subuh. Dengan cara yang sama, keempatnya juga berencana mencari gandolan truk.

Hingga kemudian mereka menemukan truk Hino nopol DR 8561 SA. Truk ini dikemudikan Suhardi, 56, sedangkan kernetnya adalah Miftanul, 20. Keduanya merupakan warga Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

Setelah berhasil mencegat, Anasta, Ramadani, Devan, dan Riski berada di bak belakang. Nah, saat perjalanan baru melintas di Jalan Raya Semampir, petaka terjadi. Tiba-tiba truk terguling usai ban belakangnya pecah. Hingga salah satu dari keempat remaja yang menjadi penumpang di belakang, meregang nyawa.

Kanit Laka Polres Probolinggo Ipda Nyoman Harayasa menjelaskan sopir dan kernet truk juga alami luka-luka. “Korban atas nama Riski meninggal. Untuk sopir dan kernetnya masih dirawat di rumah sakit,” terangnya. (sid/fun/mie)