Prihatin Bocah Penderita Gizi Buruk, Teman Sekolah sang Ayah Solidaritas Kumpulkan Dana-Rela Bersihkan Rumah

Kondisi keluarga Agus Suhardiman memang memprihatinkan. Sejak ditinggal sang istri, dia juga mengalami sakit hingga membuat, M Rasya Maulana Ibrahim, kini mengalami gizi buruk akibat TBC. Hal ini membuat kawan Agus Suhardiman bergerak.

MUHAMAD BUSTHOMI, Pasuruan

Belasan orang mulai berkumpul di depan rumah di Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan kala fajar baru saja meninggi. Mereka lantas mengenakan masker dan sarung tangan. Beberapa di antaranya mulai menyingsingkan lengan bajunya agak tinggi.

AKSI SOSIAL: Aksi bersih-bersih yang dilakukan di rumah Agus Suhardiman. (Muhamad Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Sekitar pukul 06.00 pagi, aktivitas pun dimulai dengan mengosongkan seisi rumah bernomor 152 di Jalan Panglima Sudirman itu. Meski tanpa komando, baik pria maupun wanita terlihat kompak. Hilir mudik tiada henti, keluar masuk dari rumah bercat hijau itu.

Berbagai macam barang-barang dikeluarkan. Mulanya, ialah barang-barang yang terletak di ruang tamu. Seperti meja, kursi, dan rak lemari. Selanjutnya, yakni barang-barang yang memenuhi ruangan kamar utama.

Mulai dari kasur yang terlihat kusam dan agak berjamur. Hingga kipas angin, karpet dan beberapa helai pakaian yang menumpuk.

Kondisi bangunan rumah seluas 8×10 meter itu memang terlihat masih kokoh. Hanya saja, lapisan cat di tembok sekeliling kamar utama tampak memudar. Sebagian sudutnya terdapar kerak hitam karena lembab. Kondisi itu diperparah dengan berseraknya barang-barang yang di setiap ruangan.

Tak ayal, rumah yang juga dijadikan tempat usaha bengkel dan warung kopi itu meninggalkan banyak debu dan kotoran. Meski begitu, rumah yang persis berada di sisi barat jalan protokol itu bukannya tak berpenghuni.

Selama ini, rumah itu menjadi tempat tinggal bagi keluarga Agus Suhardiman dan almarhumah Khomariyah. Sejak 17 Desember 2017 silam, pasutri itu dikaruniai anak pertamanya, M Rasya Maulana Ibrahim.

Kini, bocah berusia 14 bulan itu tengah terbaring di RSUD dr R Soedarsono. Ia menderita gizi buruk lantaran terserang TBC. Hal itu pula yang menyebabkan berat badannya menyusut. Tak sepadan dengan usianya saat ini. Belum lagi, tubuh sang ayah yang juga mengalami masalah kesehatan.

Kondisi itu kemudian mengundang keprihatinan teman-teman Agus Suhardiman semasa sekolah. Mereka kemudian menginisiasi kegiatan bersih-bersih di rumah Agus, Minggu (24/2).

“Kami tahu kondisi Rasya sudah agak lama. Sejak itu banyak teman-teman yang juga menengok,” kata Luluk Nurjanah.

Keprihatinan itu semakin menguat saat beberapa alumni SMPN 8 Kota Pasuruan itu bertakziah atas meninggalnya Khomariyah, istri Agus Suhardiman. Sebagai bentuk solidaritas sesama teman, mereka kemudian menggalang dana untuk keperluan acara tahlilan selama tujuh hari.

Kondisi rumah Agus itu pula yang membuat teman-temannya tergerak untuk membantu membersihkannya. “Memang ide bersih-bersih itu muncuk spontan saat tahlilan,” katanya.

Luluk dan sejumlah temannya lantas menyegerakan niat tersebut. Apalagi dengan kondisi Rasya yang masih harus menjalani pemulihan di rumah sakit. Sebelumnya, kata Luluk, dirinya pun sempat membicarakan niatnya itu kepada Agus.

“Dia sudah mempercayakan kepada teman-temannya. Makanya kami tentukan hari ini, karena kan hari libur. Jadi banyak yang ikut,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Luluk, dirinya juga meminta bantuan dari pihak Tagana Kota Pasuruan serta petugas Satuan Bakti Pekerja Sosial Kemensos di Kota Pasuruan. Barang-barang seisi rumah Agus telah kosong. Seluruhnya dipindahkan sementara di teras rumah yang berdekatan dengan bahu jalan.

Setelah itu, mereka mulai membersihkan lantai rumah menggunakan sapu. Sebagian lainnya membersihkan debu-debu yang menempel di tembok menggunakan kemoceng. Serta mengelap selurung kaca jendela.

“Tujuan kami agar kondisi rumah lebih rapi dan layak. Sehingga saat Rasya pulang bisa beristirahat dengan nyaman. Kami bersihkan semuanya, kuatir ada bakteri yang bisa mempengaruhi kesehatan mereka,” jelas Luluk.

Petugas Satuan Bakti Pekerja Sosial Kemensos di Kota Pasuruan, Dedy Tri Kuncoro menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan asesmen terkait kebutuhan dasar keluarga Rasya.

“Ternyata sudah banyak donatur. Makanya kami assessment untuk kebutuhan relawan yang membantu menjaga Rasya di rumah sakit dan kebutuhan relawan untuk bersih-bersih rumah hari ini,” bebernya. (fun)