Selama Januari hingga Pertengahan Februari, Terjadi 16 Bencana Pohon Tumbang

PURWOREJO – Cuaca buruk yang melanda wilayah Pasuruan beberapa bulan terakhir, membuat wilayah setempat rawan bencana. Dalam dua bulan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan mencatat sudah terjadi 16 kali bencana pohon tumbang.

AKIBAT ANGIN: Insiden pohon tumbang yang juga terjadi di alun-alun Pasuruan. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Ketua Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah mengungkapkan, bencana pohon tumbang menjadi bencana yang paling rawan terjadi selama Januari-Februari ini. Penyebabnya, hujan lebat yang melanda wilayah Pasuruan disertai dengan angin kencang.

Cuaca buruk ini membuat pohon menjadi lebih rawan tumbang. Menurutnya, bencana ini masih mungkin terjadi sampai cuaca buruk berakhir atau sekitar akhir maret. Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk berhati-hati.

“Bencana pohon tumbang yang paling rawan saat cuaca buruk seperti saat ini. Sejak awal Januari lalu, kami mencatat ada 16 kali kejadian,” jelasnya.

Yanuar meminta agar masyarakat menjauhi pohon-pohon besar saat hujan deras sebagai tempat berteduh. Jika memungkinkan, warga mengurungkan niat bepergian sampai cuaca buruk mereda.

BPBD sendiri sudah melakukan upaya preventif dengan meminta instansi terkait memotong pohon yang rawan tumbang sewaktu-waktu. Tujuannya, bencana pohon tumbang ini bisa diminimalisasi dampaknya pada masyarakat.

“Pohon tumbang masih bisa terjadi sewaktu-waktu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan bencana ini rawan terjadi sampai Maret,” pungkas Yanuar. (riz/hn/fun)