Datang ke Ponpes Sidogiri di Pasuruan, Prabowo Janjikan Perubahan Ini Jika Terpilih

KRATON – Calon Presiden (Capres) RI nomor urut 02, Prabowo Subianto melakukan silaturahmi ke salah satu pengasuh Ponpes Sidogiri di Desa Ngempit, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Senin (25/2). Prabowo menjanjikan adanya perubahan jika diberi amanah.

DISAMBUT: Prabowo menyapa massa yang menyambutnya. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Prabowo tiba di kediaman salah satu pengasuh Ponpes Sidogiri KH Abdullah Siroj sekitar pukul 12.15. Selama dua jam, Prabowo disambut oleh sejumlah ulama seperti pengasuh Ponpes Sidogiri KH Fuad Hasan; Pengasuh Ponpes Besuk KH Abdullah Zaini; dan Habib Abubakar Assegaf.

Dalam orasi kebangsaannya, Prabowo mengungkapkan dirinya merasa berutang budi pada rakyat. Sebab, sejak masuk militer, ia sudah menikmati fasilitas negara yang dibiayai dari uang rakyat. Karena itu, sejak pensiun, dirinya memang sudah berniat untuk mengabdikan diri pada rakyat dan negara.

Ia lantas mencontohkan kehidupan nelayan dan petani di Indonesia. Menurutnya, pihaknya kerap mendapatkan keluhan dari nelayan dan petani. Sebab, harga gabah dan garam harus jatuh imbas kebijakan impor yang dilakukan pemerintah saat musim panen.

“Ini tidak boleh terjadi lagi. Hal seperti ini harus diubah. Sudah saatnya rakyat menikmati kekayaan alam Indonesia sesuai dengan pasal 33 UU 1945,” jelasnya.

Prabowo pun sempat menyinggung soal kritikan yang diarahkan padanya jika kelompok yang mendukungnya adalah kelompok radikal. Ia pun memastikan hal ini tidak benar. Sebab, dirinya itu berpaham Aswaja murni.

“Sejak masih menjadi tentara pun saya ini sudah mengamalkan ajaran Aswaja tulen. Saat hendak pergi untuk tugas negara, saya selalu menyempatkan diri minta doa pada kiai,” ungkapnya.

Sementara itu, Habib Abubakar Assegaf meminta pada Prabowo jika memang mendapatkan amanah dari rakyat pada 17 April mendatang, untuk tidak melupakan janji-janji selama kampanye. Termasuk mewujudkan slogan kampanye yakni adil dan makmur.

Habib Abubakar lantas mencontohkan kepemimpinan Umar bin Abdul Azis. Dari sosok Umar bin Abdul Azis ini, bisa dicontoh bagimana merealisasikan makna adil dan makmur. Di antaranya, dekat dengan rakyat. Sebab, pemimpin yang mencintai rakyat, maka rakyat akan mencintainya juga.

“Kami hanya berpesan pada Pak Prabowo untuk tetap mengutamakan rakyat. Sebab, pemimpin yang adil akan mendapatkan rakyat yang baik sehingga negeri pun makmur,” jelas Habib.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad menjelaskan, pertemuan ini memang sudah diagendakan jauh hari. Sejumlah ulama seperti KH. Abdullah Siroj dan KH. Fuad Hasan memang merasa perlu adanya pertemuan dengan Prabowo. Keduanya merasa perlu mengundang sejumlah habaib dan ulama hadir dalam pertemuan itu.

“Ini juga dengan sendirinya menepis anggapan jika Prabowo didukung oleh aktivis intoleran dan radikal. KH. Abdullah Siroj itu merupakan ulama NU, KH Abdulloh Zaini dan Habib Abubakar Assegaf juga tidak perlu diragukan ke-NU-annya,” jelasnya. (riz/fun)