Duh, Sumber Air Sentong Dikotori Sampah dan Ganggang

Mata Air Sentong atau Sumber Sentong sejak tahun 2017 telah digagas untuk menjadi lokasi wisata. Namun, saat ini kondisi Sumber Sentong tak lagi seasri sebelumnya. Pohon-pohon ditebang, ganggang tumbuh liar, serta banyak sampah plastik mengotori lokasi tersebut.

RIDHOWATI SAPUTRI, Wonoasih

Setahun lalu, Sumber Sentong menjadi salah satu sumber mata air yang indah dan terawat. Airnya bersih, jauh dari ganggang maupun sampah. Bahkan, kala itu Sumber Sentong sempat diwacanakan untuk menjadi lokasi wisata air di wilayah selatan. Berbagai upaya dilakukan untuk menyiapkan lahan sekitar Sentong untuk dijadikan tempat wahana wisata bagi warga sekitar.

Namun, kini situasi dan kondisi Sumber Sentong jauh berbeda. Ganggang bertebaran di permukaan air, sampah-sampah plastik dengan mudah ditemukan sejauh mata memandang danau ini. Botol air mineral, bungkus makanan plastik bisa ditemukan dengan mudah. Selain ganggang, tanaman eceng gondok pun semakin luas.

Pohon-pohon besar yang dulu menaungi sebagian tepi Sumber Sentong tak lagi terlihat. Tidak ada keteduhan bagi warga yang ingin memancing. Hal ini diungkapkan oleh Aldi, 20, warga asal Leces ini masih baru pertama kali memancing di Sumber Sentong. Biasanya dia memancing di Ronggojalu.

“Tapi, dulu saya sering lewat sini. Kondisi Sumber Sentong jauh berbeda dibandingkan sebelumnya,” ujarnya. Dulu banyak pohon-pohon rindang di tepi Sumber Sentong membuat kondisinya teduh. Sehingga, banyak orang datang ke Sentong meskipun hanya untuk sekedar duduk-duduk di atas plengsengan.

“Sekarang, sumber Sentong banyak ganggang. Ini, beberapa kali mata kailnya nyangkut di ganggang,” ujarnya. Aldi menjelaskan kalau di Ronggojalu ikan yang bisa dipancing berukuran kecil seperti ikan wader. Namun, ikan di Sumber Sentong berukuran lebih besar. “Tapi ya itu, susah mancing karena mata kail sering nyangkut ke Ganggang. Banyak sampah juga,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Aribowo, 50, warga Kelurahan/Kecamatan Wonoasih ini melihat kondisi Sumber Sentong terlihat kurang terawat. Dengan banyaknya ganggang yang tumbuh liar serta sampah-sampah plastik tersebar. “Saya sering lewat sini, kondisinya bersih. Tapi, sekarang malah seperti ini. Kotor dan banyak sampah,” ujarnya.

Sementara itu, Sukardi, ketua Komunitas Peduli Sentong memastikan bahwa komunitas masih aktif sampai saat ini. Kegiatan pembersihan Sumber Sentong sudah sering dilakukan. “Namun, kami terkendala dengan tenaga untuk melakukan pembersihan Sumber Sentong. Hal ini karena ganggang tumbuh dengan cepat,” ujarnya.

Cepatnya pertumbuhan ganggang karena endapan lumpur di bawah sentong tebal. Akibatnya, Ganggang lebih cepat besar. “Baru beberapa hari dibersihkan, sudah tumbuh lagi. Sedangkan tenaga kami terbatas untuk melakukan kegiatan bersih-bersih,” ujarnya.

Sejak tahun 2017, ketika Sumber Sentong diusulkan menjadi tempat wisata, komunitas ini telah mengajukan usulan agar dasar Sumber Sentong dikeruk. Hal ini karena terjadi sedimentasi di dasar sumber. “Tapi sampai sekarang belum ada langkah untuk pengerukan,” ujarnya.

Sementara itu, Neli, kabid Pertamanan mengakui jika di Sumber Sentong terjadi pendangkalan. Saat ini DLH masih mengkaji akan dilakukan penyedotan terhadap lumpur di dasar sumber atau pengerukan.

“Memang di Sumber Sentong terjadi pendangkalan. Ini yang membuat ganggang cepat tumbuh,” ujarnya. “Sekarang kami sedang mengkaji apakah akan dilakukan penyedotan lumpur atau dikeruk,” tambahnya.

Selain berupaya untuk mengatasi Sumber Sentong yang dangkal, DLH juga akan melibatkan masyarakat untuk melakukan kegiatan bersih-bersih di Sentong. “Tahun 2019 ini kami juga berencana untuk mengadakan pembersihan Sumber Sentong bersama masyarakat,” ujarnya. (rf)