Gadis Penyandang Tuna Grahita Ini Dihamili Ayah Tiri, Korban Tak Melapor

PURWOREJO – Kelakuan MS, 50, warga Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, ini tidak jauh beda dengan binatang. Ia tega memperkosa anak tirinya, Bunga (bukan nama sebenarnya), 15, hingga hamil empat bulan. Ironisnya, keluarga korban tidak memperkarakan persoalan tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, Bunga diketahui hamil sejak dua pekan lalu. Saat itu, salah satu wali murid dimana anak berkebutuhan khusus (ABK) ini bersekolah curiga padanya. Sebab, Bunga kerap mual secara tiba-tiba. Kecurigaan ini lantas disampaikan ke kepala sekolah.

Informasi ini ditindaklanjuti kepala sekolah berinisial S itu dengan meminta urine Bunga untuk dilakukan tes kehamilan. Ternyata, hasilnya positif. Kondisi ini oleh kepala sekolah dilaporkan pada Ketua Yayasan Sekolah berinisial SW. Pihak sekolah pun memanggil ibu Bunga yang berinisial NS, 40, ke sekolah pekan lalu.

Penjelasan NS membuat S terhenyak. Ternyata, keluarga korban sudah mengetahui jika Bunga hamil empat bulan. NS juga mengetahui jika anaknya itu hamil karena perbuatan suaminya. Bahkan, NS sempat menyaksikan suaminya berada di kamar Bunga dan meraba-raba tubuh anaknya beberapa waktu lalu.

Namun, menurut NS, ia beserta keluarganya sepakat untuk menyelesaikannya persoalan itu secara damai dan tidak akan melaporkan peristiwa ini pada siapapun. Karena itu, Sabtu (23/2) lalu, NS kembali ke sekolah untuk meminta surat pindah sekolah.

“Bunga dan ibunya ini merupakan tunagrahita. Kami khawatir jika mereka hendak menggugurkan kandungan Bunga dan bisa membahayakan keselamatan jiwanya. Yang lebih parah lagi, aksi ini akan terulang kembali kalau diselesaikan damai,” ungkap SW.

Senin (25/2), pihak sekolah melaporkan peristiwa ini melalui pihak kelurahan. Untuk selanjutnya dapat ditindaklanjuti ke kepolisian. Sayangnya, saat dicari, rumah Bunga sepi dan terkunci rapat. Diduga ibu dan anak beserta ayah tirinya ini sudah melarikan diri ke luar kota.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Pasuruan Ahmad Sudarto menyebut, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait peristiwa itu dari pihak kelurahan. BPPKB pun sempat ke lokasi rumah korban.

“Kami sebenarnya ingin mengecek kebenaran laporan itu. Apa benar Bunga ini dicabuli olah ayah tirinya dan hamil. Namun, sayangnya korban sudah tidak ada di rumahnya. Jadi kami ya tidak bisa apa-apa,” jelasnya.

Sementara itu, MS diketahui sehari-hari bekerja sebagai penjahit di Pasar Poncol. Sama halnya dengan anak dan istrinya, MS tak terlihat batang hidungya di Pasar Poncol. Diduga ia juga kabur bersama NS dan Bunga.

Kanit Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan Kota Ipda Suwondo menjelaskan, pihaknya belum menerima laporan secara resmi dari pihak sekolah dan korban. Sehingga, penyidikan belum bisa dilakukan.

“Memang pihak sekolah sempat menyampaikan ke kami jika mereka bakal melapor secara resmi dengan membawa Bunga untuk divisum. Cuma saya dengar info mereka sudah pergi. Otomatis, kami ya tidak bisa apa-apa,” terang Suwondo.

Lurah Kebonagung Hari Mulyono membenarkan jika pihaknya sudah menerima laporan tertulis dari sekolah. Pihak kelurahan pun sudah melalukan pengecekan ke rumah yang bersangkutan. Namun, mereka sudah tidak berada di rumah.

“Iya tadi laporan diterima oleh seksi ketenteraman dan ketertiban (trantib). Sudah dicek dan rumah dalam keadaan kosong. Kalau menurut tetangga sekitar, ibunya sudah membawa Bunga pergi. Katanya sih ke Kota Malang,” katanya. (riz/rf/fun)