Kuota Belum Penuh, Pendaftaran PTPS di Kota Probolinggo Diperpanjang

MAYANGAN – Minimnya pendaftar Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) juga terjadi di Kota Probolinggo. Sampai batas akhir masa pendaftaran pada 24 Februari 2019, dari kebutuhan 605 PTPS, baru terpenuhi 91 persen. Atau, masih kurang 55 orang dari kebutuhan.

“Sampai batas akhir baru 91 persen dari kebutuhan 605 orang. Kekurangan pendaftar ini terjadi di 5 kecamatan,” ujar Koordinator Divisi SDM Bawaslu Kota Probolinggo Ilmiyah.

Karenanya, masa pendaftarannya diperpanjang sampai 27 Februari 2019. Dan pendaftaran bisa dilakukan di masing-masing kelurahan.

Ilmiyah mengatakan, berkas para pendaftar itu telah diverifikasi. Dalam proses verifikasi, ditemukan tidak semua pendaftar memenuhi persyaratan yang ditentukan Bawaslu.

“Seperti minimal pendidikan SMA maupun minimal berusia 25 tahun. Ada yang usianya lebih dari 25 tahun, tapi pendidikannya masih SMP. Ada juga yang ijazahnya SMA, tapi usianya belum 25 tahun. Kami masih menunggu masa perpanjangan ini,” ujarnya.

Setelah masa perpanjangan selesai, Bawaslu akan melihat kembali data pendaftar baru. Terutama, memenuhi syarat apa tidak. “Batas pendidikan minimal SMA, itu tidak boleh ditawar. Kalau untuk usia yang belum mencapai usia 25 tahun, tapi ijazahnya SMA masih memungkinkan untuk diterima,” ujarnya.

Ilmiyah mengatakan, persyaratan mendaftar menjadi PTPS memang cukup sulit. Terutama dari segi usia dan pendirikan. “Kendalanya, di Kota Probolinggo dalam kelompok usia minimal 25 tahun dan berijazah minimal SMA, rata-rata sudah bekerja. Jadi, sulit juga untuk menjadi PTPS,” ujarnya.

Alternatifnya, jika masih kurang tenaga PTPS per kelurahan, Ilmiyah mengaku akan meminta dari kelurahan terdekat. Namun, hal ini juga akan mengurang efektivitas kinerja PTPS. “Karena mereka juga masih harus mengikuti proses pencoblosan. Kalau bisa satu PTPS itu ikut melakukan pemungutan suara di TPS yang diawasi,” harapnya. (put/rud)