Orangtua-Warga Datangi SMK Dharsis untuk Minta Kejelasan Kematian Siswa

KRAKSAAN – Puluhan orang Senin siang (25/2) mendatangi SMK Dharma Siswa (Dharsis) yang ada di Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Puluhan orang tersebut datang untuk meminta kejelasan kematian Leo Alam Surgawi, 16, salah seorang siswa di SMK itu.

MERASA JANGGAL: Fajar Candra Hasan, menunjukkan foto Leo Alam Surgawi. Fajar masih merasa masih janggal atas kematian anaknya tersebut. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Di antara puluhan orang itu tampak Fajar Candra Hasan, ayah Leo Alam Surgawi. Dialah bersama puluhan orang tersebut datang sekitar pukul 09.30. Mereka berkumpul di depan pintu gerbang SMK Dharsis. Tidak lama kemudian, mereka dipersilahkan masuk kedalam sekolah dan bertemu perwakilan dari pada pihak sekolah.

Fajar sapaan akrab ayah Leo menjelaskan, pihaknya masih belum puas perihal kronologi versi sekolah. “Ini bentuk ketidak puasan kami. Sehingga kami mendatangi sekolah guna meminta kejelasan,” ujarnya saat dikonfirmasi sebelum masuk kedalam ruangan yang telah di sediakan pihak sekolah.

Ia bersikukuh bahwa kematian anaknya itu ada kejanggalan. Seperti kronologi penjemputan di rumah sakit hingga ke rumahnya. Dia tidak merasa menerima berkas pemulangan jenazah atau penyebab kematian anaknya.

“Saya yakin ada kejanggalan. Soalnya itu, saat saya di RS Waluyo Jati sudah ada mobil jenazah di depan. Tetapi, kenapa pas anak saya diangkat, saya tidak tahu kenapa tiba-tiba mobil itu menghilang. Terus tiba tiba ada di belakang, menurut saya itu aneh,” ujarnya.

Tidak lama kemudian dia masuk ke dalam ruangan tersebut. Di dalam, sudah ada pihak sekolah yang diwakili Surahman selaku kepala SMK Dharsis, perwakilan pihak kepolisian dan juga MUI setempat. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar satu setengah jam.

Setelah pertemuan, Surahman menjelaskan, pihak keluarga menerima atas kematian Leo. “Tetapi, keluarga masih meminta kejelasan perihal penyebab kematiannya,” ujarnya.

Karenanya, lanjut Surahman, pihak sekolah dan pihak keluarga berencana hendak ke rumah sakit bersama. Sehingga kemudian nantinya ada titik temu terhadap permasalahan itu. “Ini kan mencari titik temu. Untuk kronologi kematian sudah diterima. Tinggal mencari penyebabnya saja. Jadi kami bersama keluarga nanti akan ke rumah sakit untuk mencari penyebab kematian dari pada Leo,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Leo Alam Surgawi, 16, siswa kelas satu SMK Dharsis meninggal pada Sabtu (16/2) lalu. Meninggalnya, Leo itu dianggap tidak wajar oleh keluarga. Sehingga keluarga tidak terima terhadap kematian putra pertama dari dua bersaudara itu, melapor ke kepolisian. (sid/fun)