Parpol di Kota Probolinggo Tak Ada yang Laporkan Akun Medsos Resmi

MAYANGAN – Partai politik (parpol) peserta Pemilu di Kota Probolinggo, tidak ada yang melaporkan akun media sosial (medsos)-nya. Padahal, laporan ini wajib dilakukan untuk memantau medsos yang digunakan parpol untuk berkampanye.

Hal ini diungkapkan Ketua Bawaslu Kota Probolinggo Azam Fikri dalam Sosialisasi Pengawasan dan Peran Media dalam Pelaksanaan Pemilu 2019 di Paseban Sena, Senin (25/2). “Sampai saat ini (Senin) tidak ada partai politik di Kota Probolinggo yang melaporkan akun media sosialnya ke KPU Kota Probolinggo,” ujarnya.

Menurutnya, laporan kepemilikan akun medsos ini penting untuk memudahkan proses pengawasan terhadap akun yang digunakan. Apalagi, dengan banyaknya penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian. “Jika akun media sosial parpol tidak dilaporkan dan terjadi pelanggaran kampanye, seperti ujaran kebencian, penyebaran hoax melalui media sosial, maka yang bertindak Tim Cyber Mabes Polri,” jelasnya.

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Provinsi Jawa Timur Nur Elya Anggraini membenarkan tentang wajibnya parpol melaporkan akun medsos-nya. “Wajib untuk melapor akun medsos. Maksimal 10 akun per platform medsos yang didaftarkan. Tujuannya, memudahkan pengawasan terhadap akun medsos,” ujarnya.

Sedangkan, Komisioner KPU Kota Probolinggo Tirmidzi membenarkan tidak adanya parpol yang melaporkan kepemilikan akun medsos-nya. “Tidak ada yang melaporkan meski itu sebenarnya wajib. Memang tidak ada sanksi khusus terkait tidak dilaporkannya akun medsos ini,” ujarnya.

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Probolinggo Zulfikar Imawan mengatakan, partainya tidak mempunyai akun medsos resmi untuk kegiatan kampanye. “Secara resmi Partai Nasdem Kota Probolinggo belum mendaftarkan akun medsos ke KPU. Tapi, masing-masing caleg sudah banyak yang punya. Kami akan segera mencatat setiap akun caleg Partai Nasdem untuk kemudian akan segera kami daftarkan ke KPU,” ujarnya. (put/rud)