74 Lembaga di Kota Probolinggo Dapat Hibah Total Rp 16 M

MAYANGAN – Sebanyak 74 lembaga pendidikan di Kota Probolinggo menerima dana hibah sebesar Rp 16.474.561.250. Dana hibah ini bersumber dari APBD 2019 Kota Probolinggo.

Selasa (26/2), dilakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) berupa uang tahun anggaran 2019. Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dan perwakilan 74 lembaga pendidikan di rumah makan Orin. Dengan rincian, 11 lembaga organisasi dan 60 lembaga SD-SMP Swasta.

Dari data Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), dana hibah tahun 2019 itu dianggarkan untuk 11 lembaga organisasi sebesar Rp 7.835.451.250. Sementara untuk 60 lembaga pendidikan SD-SMP Swasta sebesar Rp 8.639.110.00. Sehingga, total untuk 74 lembaga itu, Pemkot Probolinggo melalui BPPKAD menganggarkan dana hibah 2019 sebesar Rp 16.474.561.250.

Sebanyak 11 lembaga penerima dana hibah 2019 di antaranya, Kwarcab Pramuka Rp 550 juta, PMI Rp 600 juta, MUI Rp 425 juta. Lalu, KONI Rp 5.490.960.000 dan Baznas Rp 204,220 juta.

Sekretaris BPPKAD Agus Dwiwantoro menjelaskan, NPHD ini merupakan pencairan dana hibah pertama di tahun 2019. Proses pengajuan dana hibah harus melalui prosedur yang ditentukan, di antaranya mengajukan proposal kepada wali kota.

“Tidak semua lembaga bisa mengajukan dana hibah. Minimal harus berbadan hukum selama 2 tahun dan diakui oleh Kemenkum HAM,” imbuhnya.

Setelah mengajukan proposal, kemudian diverifikasi oleh OPD terkait. Misalnya hibah lembaga PMI. Yang memverifikasi Dinas Kesehatan.

Menurut Agus, dalam Permendagri Nomor 23/2011 tentang Hibah disebutkan, satu lembaga tidak boleh terus menerus menerima dana hibah selama lima kali berturut-turut. Terkecuali 6 lembaga, yaitu KONI, PMI, Pramuka, MUI, FKUB, dan Baznas.

“Lembaga penerima hibah wajib melaporkan penggunaan dana hibahnya pada 10 hari tahun berikutnya. Berarti jika menerima hibah tahun 2019, maksimal melaporkan pada 10 Januari 2020,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dalam sambutannya menyampaikan, tidak serta merta lembaga bisa mendapatkan dana hibah. Lembaga harus mengajukan dengan memperhatikan ketentuan yang telah berlaku.

Wali Kota berharap, penerima dana hibah khususnya lembaga pendidikan SD-SMP Swasta jangan sampai kalah bersaing dengan sekolah–sekolah negeri. “Harapan kami, sekolah yang telah mendapatkan dana hibah ini jangan sampai kalah bersaing dengan sekolah negeri,” harapnya. (rpd/hn)